JOMBANG – Sebanyak 144 MI, satu MTs dan satu MA ditunjuk untuk menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI), 2-14 Oktober.
’’AKMI hanya diikuti madrasah yang sudah ditunjuk oleh kementerian agama,’’ kata Muhajir, kepala Kantor Kemenag Jombang, kemarin.
AKMI hampir sama seperti asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).
Hanya saja, ANBK diselenggarakan kemendikbudristek, sedangkan AKMI diselenggarakan kemenag dan hanya untuk MI, MTs dan MA.
AKMI untuk siswa MI diikuti seluruh kelas lima. Untuk MTs seluruh siswa kelas delapan. Dan untuk MA seluruh siswa kelas 11.
’’Tujuannya sama seperti ANBK. AKMI digelar untuk pemetaan mutu pendidikan dan mengukur kompetensi peserta didik madrasah,’’ terangnya.
Materi yang diujikan, literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya. Pelaksanaan AKMI dengan mode online dan semi online.
Salah satu yang ditunjuk untuk melaksanakan AKMI, MI Al Ittihad Jogoroto. Sebanyak 69 ikut dalam AKMI tersebut, menggunakan mode semi online.
’’Seluruh siswa kelas lima kami ikut,’’ kata M Ma’ruf, kepala MI Al Ittihad.
Ia menyelenggarakan di gelombang awal, 2-5 Oktober. Waktu penyelenggaraan AKMI memang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing madrasah.
’’Alhamdulillah seluruhnya lancar tanpa ada kendala, kami menggunakan laptop kemarin,’’ jelasnya.
Baca Juga: 5 SMP Swasta di Jombang Masih Harus Menumpang ANBK di Sekolah Lain, Penyebabnya Karena Ini
Sementara itu, Ahmad Nuril Irfan, kepala MI Syafiiyah, Sukosari Jogoroto, mengatakan, AKMI di madrasahnya diikuti 31 siswa kelas lima.
’’Kemarin seluruh siswa mengerjakan dengan menggunakan laptop,’’ ungkap Nuril. Karena jumlah siswanya hanya 31 siswa, maka penyelenggaraan cukup dua hari, Senin dan Selasa (2-3/10).
Alfi Jauharoh, kepala MA La Raiba Hanifida, Diwek, mengatakan, AKMI dilaksanakan dua hari.
Hari pertama materinya literasi membaca dan literasi numerasi. Sedangkan hari kedua literasi sains, sosial budaya dan profil keunggulan.
’’Alhamdulillah semua lancar. Untuk MA, kelas 11 yang ikut, kita menggunakan mode semi online,’’ jelasnya.
Erma Rahmawati, ketua kelompok kerja madrasah aliyah (KKMA) negeri Jombang mengatakan, untuk jenjang MTs dan MA yang ditunjuk hanya dua, MTs Darul Hikmah Diwek dan MA La Roiba Hanifida. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW