JOMBANG – Sebanyak 22 SD Negeri di Jombang bakal direhab menjelang akhir tahun ini. Seluruhnya, dikerjakan melalui penunjukan langsung, atau tanpa lelang.
’’Akhir tahun ini kita akan melakukan rehab 22 SDN,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Anggarannya, dialokasikan dari P-APBD Jombang 2023 sebesar Rp 2,6 Miliar.
Rinciannya, SDN Bakalarnrayung dan SDN Kepurejo 1 Kecamatan Kudu. SDN Bareng 4, SDN Ngampungan, SDN Pulosari 1, SDN Nglebak, dan SDN karangan 2 Kecamatan Bareng.
Ada juga SDN Japanan dan SDN Spanyul Kecamatan Gudo, SDN Rejoagung 2 dan SDN Kesamben 2 Kecamatan Ngoro.
Begitupun untuk SDN Dukuhpundong 1 Kecamatan Diwek, SDN Kedunglumpang 1 dan SDN Janti Kecamatan Mojoagung, SDN Panglungan 2 Kecamatan Wonosalam, SDN Gumulan dan SDN Carangrejo 1 Kecamatan Kesamben.
Di utara brantas, ada SDN Jatimlerek 1 dan SDN Jipurapah 1 Kecamatan Plandaan.
Serta SDN Pengampon 2 dan SDN Munungkerep 2 Kecamatan Kabuh, dan SDN Posogeneng 1 Kecamatan Jombang.
Rehab yang dilakukan beragam, Ada yang rehab ruang kelas, rehab rumah dinas, pembangunan musala.
Ada pula yang berbentuk paving halaman, pembangunan toilet, peralatan kesenian hingga rehab pagar.
Senen mengatakan, seluruh rekanan yang digandeng untuk melakukan rehab melalui penunjukan langsung. Tidak ada yang melalui lelang.
’’Kita menentukan 22 sekolah itu karena memang fisiknya sudah rusak,’’ kata Senen. Kerusakan dinilai cukup parah, yaitu lebih dari 30 persen.
Senen memastikan, akhir tahun, seluruh rehab sudah rampung. ’’Akhir tahun ini harus sudah selesai semua, setidaknya tanggal 20 Desember,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW