JOMBANG – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SMP di Jombang dilaksanakan mulai Senin (18/9) sampai Kamis (21/9).
Namun, tak seluruh SMP di Jombang bisa melakukannya sendiri di lingkup sekolah.
Sebanyak lima SMPdi Jombang masih harus menumpang di SMP yang lain karena keterbatasan sarana prasarana.
Lima sekolah itu, adalah SMP PGRI 1 Mojoagung menumpang di SMPN 1 Mojoagung.
SMP PGRI 1 Ploso menumpang di SMPN 1 Ploso. SMP Unggulan At-thoyyibah Mojoduwur menumpang ke SMP Islam Abdul Hadi.
SMP Dharma Bhakti Kabuh menumpang ke SMPN 3 Kabuh. Serta SMP Islam Terpadu Darul Falah menumpang ke SMPN 1 Gudo.
’’Jumlah siswa yang menumpang hanya 2-12 siswa,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Yang mengikuti ANBK hanya siswa kelas 8. Satu sekolah diambil sampel 45 siswa utama, dan lima siswa cadangan.
Jika siswanya tak sampai 45, maka semuanya ikut, dan tanpa cadangan.
’’Misal siswanya hanya 12, semuanya ikut, dan tidak ada cadangan,’’ ungkap Senen.
ANBK hari pertama, yang diujikan literasi membaca dengan durasi 90 menit dan survey karakter 30 menit.
’’Sebelum mengerjakan, siswa diberi kesempatan untuk latihan selama 10 menit,’’ jelasnya. Hari kedua numerasi dan survey lingkungan.
Seluruh sekolah menggunakan mode semi online. Kecuali SMPN 1 Megaluh yang menggunakan mode online.
ANBK diikuti 48 SMP negeri dengan 10.320 siswa dan 82 SMP swasta dengan 3.958 siswa.
’’Sekolah yang menumpangi siswa lain untuk ANBK menyediakan satu laboratorium khusus. Sehingga siswa yang menumpang tidak menjadi satu dengan siswa yang ditumpangi,’’ kata Kepala SMPN 1 Mojoagung, Yoni Tri Joko Kurnianto.
Mereka harus satu lab, karena proktor juga berbeda. Saat simulasi, mereka juga mengikuti simulasi di SMPN 1 Mojoagung.
Total, ada 14 siswa SMP PGRI 1 Mojoagung yang mengikuti ANBK di SMPN 1 Mojoagung. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW