JOMBANG – Sebanyak 118 sekolah di Jombang ditetapkan sebagai penerima bantuan operasional sekolah (BOS) Kinerja.
Mereka dinilai memiliki kemajuan terbaik tahun ini. Nilainya terbaik dalam asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).
’’BOS Kinerja diberikan kepada satuan pendidikan yang memiliki kinerja terbaik,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Indikator dari kinerja terbaik sekolah adalah hasil atau peningkatan rapor pendidikan. Rapor itu diraih dari hasil ANBK yang dilaksanakan setiap tahun.
BOS Kinerja diberikan kepada 15 persen satuan pendidikan yang melaksanakan asesmen nasional. ’’Syaratnya, bukan dari pelaksana program sekolah penggerak,’’ kata Senen.
Rincian 118 sekolah itu, 77 SD dengan nilai Rp 22,5 juta per sekolah. 17 SMP dengan nilai Rp 35 juta per sekolah.
Delapan 8 SMA dan 15 SMK dengan nilai Rp 45 juta per sekolah. Serta satu SLB Rp 36.250.000. Total anggaran yang diberikan, Rp 3,5 miliar.
’’Penerimanya itu tidak hanya satuan pendidikan negeri, tapi negeri dan swasta. Karena swasta juga mengikuti ANBK,’’ terangnya.
Penggunaan BOS Kinerja sama seperti BOS kinerja sekolah penggerak. Sama-sama untuk penguatan kompetensi dan pengembangan karakter.
Serta untuk perencanaan berbasis data seperti penguatan tata kelola satuan pendidikan.
’’Dana BOSKIN yang diterima itu tidak boleh digunakan untuk belanja pegawai, atau untuk gaji guru,’’ kata Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Sri Hartati mengatakan, satu sekolah hanya boleh mendapatkan satu jenis BOS Kinerja. Seperti sekolah penggerak, SMK Pusat Keunggulan, dan sekolah yang memiliki prestasi tidak diperbolehkan mendapatkan BOS Kinerja sekolah kemajuan terbaik.
’’SMA negeri yang dapat hanya SMAN 1, SMAN 3 Jombang, dan SMAN Mojoagung,’’ jelasnya. Sedangkan SMK negeri hanya SMKN 1, SMKN 3 Jombang, SMKN Kudu, SMKN Wonosalam dan SMKN Kabuh. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW