Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Begini Cara SMKN 2 Jombang Bekali Kompetensi dan Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa

Wenny Rosalina • Senin, 14 Agustus 2023 | 14:08 WIB
Siswi SMKN 2 Jombang dilatih kemampuan produksi busana industri.
Siswi SMKN 2 Jombang dilatih kemampuan produksi busana industri.

JOMBANG – SMKN 2 Jombang memberikan bekal kompetensi dari tiga jurusan unggulan. Juga mewadahi bakat siswa dalam hal literasi. Hasil karya siswa pilihan dibukukan dalam empat bahasa.

’’Kita bukukan karya siswa dalam empat bahasa. Indonesia, Inggris, Jawa dan Mandari,’’ kata Abdul Muntolib, kepala SMKN 2 Jombang, kemarin.

Karya siswa SMKN 2 Jombang yang telah dibukukan akan diletakkan di perpustakaan sekolah. Bisa dijadikan referensi untuk siswa jika membutuhkan rujukan. ’’Buku ini merupakan bagian dari koneksi antar materi,’’ jelasnya.

Sejak baru masuk SMKN 2 Jombang, siswa baru sudah dibekali dengan literasi. Menuangkan biografi diri dalam bentuk tulisan.

Tujuannya, agar siswa mengenal diri sendiri, serta melatih kepiawaiannya dalam menulis.

’’Kami mengerti, tidak semua siswa bisa menulis, sehingga kami latih sejak masih siswa baru,’’ jelasnya.

Literasi tidak hanya dibentuk dalam buku. Tapi juga video. Misalnya, video dokumenter saat siswa praktik memasak di jurusan tata boga.

Video tersebut bakal diunggah di akun sosial media sekolah. Juga boleh diunggah ke akun sosial media siswa.

’’Bahkan ada siswa yang sudah meraih pendapatan dari youtube. Karena setiap praktik selalu didokumentasikan dalam bentuk video, lalu diunggah ke akun youtubenya,’’ jelasnya.

SMKN 2 Jombang juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada siswa. Diantaranya dengan memasarkan produk yang telah dibuat siswa.

’’Itu masuk ke pelajaran PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) atau mapel-mapel kejuruan,’’ bebernya.

Pada jurusan tata busana, siswa juga memiliki program busana industri. Memproduksi masal pakaian yang siswa buat. Kemudian mengambil foto produk, menyertakan keterangan dalam caption, dan diunggah ke marketplace.

’’Sehingga produk bikinan siswa selalu habis terjual di pasaran,’’ jelasnya. Ada banyak produk yang dibuat. Seperti tunik, celana, kemeja, busana anak, juga gamis. Semua diproduksi siswa secara berkelompok.

Mulai desain baju, bikin layout bahan, cutting packing hingga pelabelan dilakukan sendiri. Awal hanya membuat satu produk. Jika sudah dirasa bagus, maka pakaian akan diproduksi masal.

Setelah baju dipasarkan, siswa membuat laporan kepada sekolah. ’’Jadi kita tahu bahwa produk siswa ternyata sudah diminati pasar,’’ ungkapnya.

Begitu juga dengan jurusan tata kecantikan rambut dan kulit. Sudah banyak siswa yang membuat layanan home care. Seperti henna, manicure, pedicure melayani make up wisuda, dan lain sebagainya.

’’Siswa sudah bisa menghasilkan uang sendiri dengan kompetensi yang mereka miliki,’’ jelasnya.

Sedangkan pada jurusan tata boga, banyak siswa yang telah menerima order makanan dalam berbagai acara. Itu merupakan usaha yang dibangun sendiri, bukan dari usaha orang tua.

’’Malah orang tua membantu anak-anaknya yang punya usaha catering,’’ jelasnya.

Seluruh siswa dibekali empat kompetensi. Kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Empat kompetensi diberikan pada seluruh pembelajaran. Sehingga siswa memperoleh kompetensi keahlian sekaligus jiwa enterpreneur.

Tahun 2023, hanya ada 29 siswa yang lanjut kuliah. 150 siswa bekerja, dan 123 siswa membangun wirausaha.

’’Siswa yang bekerja biasanya mengumpulkan modal untuk membuat usaha baru. Beberapa siswa saya tanya begitu, karena alat-alat salon kan juga mahal-mahal. Mereka tidak ingin merepotkan orang tua, jadi mereka bekerja untuk mengumpulkan modal,’’ paparnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#kompetensi #wirausaha #smkn 2 jombang #Literasi