JOMBANG – Lantai dan plafon empat ruang kelas dan empat kantor SMPN 1 Megaluh Jombang kondisinya rusak.
SMPN 1 Megaluh, adalah termasuk salah satu SMP yang mengajukan dana alokasi khusus (DAK) untuk tahun depan.
’’Bangunan kantor ini yang paling tua, sekitar tahun 1984. Jadi wajar kalau sudah waktunya ganti,’’ kata Ahmad Suud, kepala SMPN 1 Megaluh, kemarin.
Bangunan SMPN 1 Megaluh dari luar masih tampak bagus. Ada empat ruang kantor yang diusulkan. Suud menilai, bagian pondasi masih cukup layak. Yang sudah rapuh bagian kayu dan plafon.
Tembok tampak masih kokoh dan baik. Hanya saja kusen sudah mulai keropos. Suud menutupinya dengan cat bagian luar, agar tetap elok dipandang. Bagian plafon juga sudah rusak, beberapa sisi plafon sudah terlepas dari pakunya.
Empat ruang kelas di sisi barat juga cukup parah, utamanya bagian lantai dan plafon. Lantai sudah ambles, jika berjalan diatasnya, terasa bergelombang. Pecah-pecah, dan ada juga bagian yang bolong.
Suud hanya melakukan perbaikan ringan, seperti ditambal menggunakan semen, yang sifatnya hanya sementara. ’’Itu juga kami usulkan, karena perbaikan yang kami lakukan sifatnya hanya sementara menggunakan dana BOS,’’ jelasnya.
Di bagian timur paling belakang juga ada satu ruang yang kondisinya rusak parah. Plafon bagian belakang hampir ambruk. Untuk sementara, kelas ini tidak digunakan.
’’Jika ini juga dapat, harapannya bisa dipakai untuk pusat kegiatan siswa. Entah ekstrakurikuler, atau kegiatan kesenian, tapi karena sudah rapuh, tidak kita gunakan lagi,’’ jelasnya.
Suud mengatakan, terakhir mendapat bantuan rehab 2015. Yaitu kelas yang sekarang lantainya ambles.
’’Entah bagaimana rekanan yang mengerjakan dulu. Saya tidak tahu banyak, karena saya masih baru di sini. Yang saya tahu, itu bangunannya rusak dan saya usulkan lagi,’’ katanya.
Ini bukan kali pertama ia mengusulkan rehab. Tahun 2022, ia juga mengusulkan, namun 2023 masih belum dapat.
’’Kalau kepala yang lama saya kurang tahu apakah sudah mengusulkan atau belum, kalau saya baru mengusulkan 2022 lalu. Itupun belum dapat, tahun ini mencoba lagi, mudah-mudahan saja dapat,’’ jelasnya.
Untuk mengusulkan DAK, ia harus mensinkronkan semua data. Yaitu proposal yang ia ajukan ke dinas P dan K, dapodik, serta dilengkapi dengan dokumentasi kerusakan. ’’Mudah-mudahan saja dapat, kami inginnya dua lantai. Karena selain rusak, kapasitas ruang guru juga kurang,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW