Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Atap Tiga Ruangan SD Negeri di Jombang Ambrol, Kelas Dikosongkan

Wenny Rosalina • Kamis, 10 Agustus 2023 | 14:20 WIB
Atap SDN Sambongdukuh 1 Kecamatan Jombang yang rusak hingga harus dikosongkan
Atap SDN Sambongdukuh 1 Kecamatan Jombang yang rusak hingga harus dikosongkan

JOMBANG – Tiga ruang kelas SD Negeri Sambongdukuh 1 Kecamatan Jombang dikosongkan.

Kondisi kelas SD Negeri ini rusak parah. Kayu penyangganya sudah lapuk, bahkan salah satu kelas ambruk di bagian dalam.

’’Tiga lokal dan satu kantor kami kosongkan, karena kondisinya sudah rusak parah,’’ kata Andriati Fajarsanti, kepala SD Negeri Sambongdukuh 1.

Setiap tahun, Andrianti mengajukan DAK. Terakhir dapat dana alokasi khusus (DAK) 2020. Tahun 2019 ia mengajukan tiga kelas. Namun, yang didapatkan hanya satu kelas saja.

Kemudian setiap tahun mengajukan. Termasuk sekarang, juga mengajukan rehab untuk tiga ruang kelas di lokal depan, dan tiga ruang kelas lokal belakang.

’’Tapi di dapodik hanya berbunyi empat kelas saja di bagian depan. Itu hanya tiga kelas harusnya, mudah-mudahan yang satu boleh digeser ke belakang yang memang sudah sangat parah,’’ tambahnya.

SD Negeri Sambongdukuh 1 merupakan hasil merger antara SD Negeri Sambongdukuh 1 dan SD Negeri Sambongdukuh 2.

Kedua lokal sekolah sudah rusak parah. Di ruang guru dan ruang kelas, banyak plafon yang ambol di beberapa titik. Bahkan genting terlihat menganga di ruang guru.

Belandar bekas SD Negeri Sambongdukuh 2 juga sudah lapuk. Terlihat dari kejauhan bentuknya sudah tak lurus.

Ada beberapa bagian yang patah. Plafon ambrol di teras dan dalam kelas. Sehingga membahayakan jika digunakan.

Bahkan satu kelas plafon ambrol total, tidak digunakan lagi sampai sekarang. ’’Yang satu masih kami gunakan. Kadang untuk salat jamaah siswa putri,’’ jelasnya.

Kondisi semakin membahayakan ketika hujan turun. Jika cuaca gelap, Andriati buru-buru memboyong siswa yang masih ada di kelas belakang.

’’Kalau sampai terjadi apa-apa dengan kelas yang sudah lapuk itu, mereka sudah aman, tidak ada lagi siswa dalam kelas. Mudah-mudahan tahun ini diprioritaskan,’’ harapnya.

Bekas SDN Sambongdukuh 2 terakhir direnovasi total 2012. ’’Saya dulu guru di sini, jadi tahu sejarahnya. SD yang depan (SDN Sambongdukuh 1) lebih lama lagi, makanya kayu sudah pada lapuk,’’ ucapnya. (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#SD Negeri #Jombang #atap ambrol