’’Mereka tidak lulus bukan nilainya yang jelek, tapi memang tidak mengikuti asesmen sumatif,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Senen enggan menyebutkan rinci, 11 siswa tersebut dari sekolah mana saja. Namun, ia memastikan tersebar di seluruh wilayah Jombang, baik wilayah kota maupun pinggiran.
Sebanyak 11 siswa itu tidak aktif mengikuti pembelajaran sejak semester akhir. Berbagai upaya pendekatan sudah dilakukan pihak sekolah. Mereka bahkan didatangi ke rumah. Namun karena mereka enggan melanjutkan, maka terpaksa tidak diluluskan.
’’Mereka tidak memenuhi kriteria kelulusan. Sekolah sudah berupaya melakukan pendekatan, tapi karena yang bersangkutan tidak mau lanjut, ya apa boleh buat,’’ jelasnya.
Senen berharap, 11 siswa tersebut bisa mengulang kelas 9. Dan mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran, juga rangkaian asesmen yang diadakan sekolah. ’’Harapan dari dinas, mereka tetap mengulang kelas 9,’’ ucapnya.
Senen mengatakan, blanko ijazah yang akan diberikan kepada 13.582 siswa bakal didistribusikan ke sekolah-sekolah mulai besok (14/6) sampai Jumat (16/5). Pengisian diberikan kepada masing-masing sekolah. Dan dibagikan kepada siswa setelah seluruh penulisan selesai.
’’Sekolah ada yang cepat, ada yang tidak cepat kalau muridnya banyak,’’ jelasnya.
Nilai yang dimasukkan dalam ijazah adalah nilai rata-rata asesmen sumatif. Mulai semester satu sampai semester enam, untuk seluruh mata pelajaran dan mulok. Sosialisasi telah dilakukan 5-6 Juni terkait teknis pengisian ijazah. Angka yang dimasukkan rentang 0-100 dengan dua angka dibelakangnya. ’’Misalnya nilai rata-rata 80,85, dua angka dibelakangnya juga ditulis, dan semua mata pelajaran dimasukkan dalam ijazah,’’ tegasnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW