Angka tersebut menurun dibanding 2022. Tahun lalu, dari SMA saja yang lolos sebanyak 448 siswa. ’’Data tersebut kemungkinan masih bisa bertambah,’’ kata Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, kemarin.
Sebab, yang mengetahui diterima atau tidaknya adalah masing-masing siswa. Informasi masuk melalui akun siswa. Serta belum semua sekolah mengumpulkan data ke cabdin.
Untuk SMA, yang paling banyak diterima dari SMAN 2 Jombang, 69 siswa. Kedua, SMAN Mojoagung, 56 siswa. Ketiga, SMAN 1 Jombang, 47 siswa. Disusul SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, 46 siswa. Serta SMAN 3 Jombang, 44 siswa.
Sementara SMK, yang paling banyak SMKN 3 Jombang, 22 siswa. SMKN 1 Jombang, sembilan siswa. SMK DB 1 Jombang dan SMKN Mojoagung delapan siswa. SMK Budi Utomo, SMKN Kabuh, SMKTelekomunikasi Darul Ulum masing-masing tujuh siswa. Serta SMK PGRI 1 Jombang enam siswa.
Sri Hartati berharap, siswa yang belum lolos SNBP bisa menerima dengan lapang dada. Dan mencoba lagi melalui jalur yang lain. ’’Pendaftaran seleksi jalur tes (UTBK-SNBT) masih dibuka sampai 14 April, coba di jalur itu,’’ sarannya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW