’’Alhamdulillah siswa-siswi kami memiliki berbagai macam bakat, dan semua akan kita wadahi. Kami juga punya grup musik, genre pop, yang tahun ini akan kami hidupkan kembali,’’ kata Drs Purnomo MPdI, kepala MTsN 1 Jombang.
Rangkaian harlah dimulai Kamis (16/3). Diawali khataman Quran, istighotsah, tahlil, dan doa bersama yang melibatkan guru, siswa, komite, paguyuban wali siswa. ’’Dengan doa bersama, harapan kita, MTsN 1 Jombang semakin kompak,’’ ucapnya.
Ada bazar karya seni dan berbagai makanan olahan siswa. Para siswa juga menampilkan bakatnya. Ada tari remo, bela diri, drama, drumband, musik, dan lain sebagainya. Total ada 21 penampilan siswa.
’’Semua siswa ikut andil dalam acara kemarin. Semuanya ikut memiliki acara tersebut,’’ tegasnya. Pentas seni digelar untuk menggali kreativitas siswa.
Hari kedua perayaan harlah ke-45 diisi dengan pawai ta’aruf. Purnomo tak mewajibkan semua siswa harus merias diri. Setiap kelas menampilkan satu maskot. ’’Anak-anak sangat semangat dengan acara ini. Saya tiba di sekolah kaget sekali, ternyata anak-anak sudah berdandan cantik-cantik, yang laki-laki keren-keren dengan kostum yang beragam,’’ jelasnya.
Total ada 828 siswa dan guru yang ikut pawai ta’aruf. ’’Guru juga wajib berpartisipasi,’’ ujarnya.
Purnomo menganggap harlah ke-45 ini menjadi tahun kebangkitan setelah banyak hal yang vakumselama pandemi Covid-19. Ia kembali menghidupkan drumband, grup musik siswa, dan semua ekstra sehingga perayaan yang meriah. ’’Selama Covid-19 banyak yang tidak aktif. Saat ini kami ingin mengaktifkan lagi,’’ bebernya.
MTsN 1 Jombang berkomitmen untuk menjaga kualitas madrasah. Terbukti, penerimaan peserta didik baru (PPDB) hanya dibuka satu gelombang saja, PPDB MTsN 1 Jombang sudah penuh delapan rombel. Artinya, MTsN 1 Jombang mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat selama 45 tahun.
Purnomo memastikan, orang tua tidak salah memilih MTsN 1 Jombang sebagai tempat menimba ilmu. Sebab, MTsN 1 Jombang merupakan salah satu madrasah tua di Jombang. Memiliki program yang baik, sarana prasarana lengkap dan representatif. Memiliki tenaga pendidik yang berkompeten.
’’Semua tenaga pendidik kita S1 dan banyak yang S2. Bahkan salah satu guru kami, Miftahul Munir, menjadi juara favorit guru dan tenaga kependidikan madrasah berprestasi tingkat nasional,’’ jelasnya.
Batik menjadi ciri khas yang menonjol dari MTsN 1 Jombang. Sejak 2015 hingga sekarang, sudah ada 15 motif batik khas buatan siswa MTsN 1 Jombang. Perpaduan antara seni batik dan kaligrafi menjadi ciri khas yang unik. ’’Kami memiliki guru yang kompeten di bidang batik, dan bidang kaligrafi, itu kami kolaborasikan,’’ paparnya.
Batik buatan siswa juga dipakai siswa sendiri. Seragam khas madrasah yang rutin dipakai siswa merupakan hasil karya siswa. Begitu juga seragam batik yang dimikiki guru.
’’Karya siswa betul-betul dihargai. Karya mereka untuk mereka pakai sendiri, dan sejumlah batik juga kami berikan kepada tamu-tamu kehormatan,’’ urainya.
Dalam bidang non akademik, siswa juga berprestasi. Setiap tahun, MTsN 1 Jombang menjadi langganan juara satu menyanyi tingkat kabupaten dalam ajang Porseni. Tahun ini, dua siswa mewakili Kabupaten Jombang dalam Porseni Jatim. Fitri Mazroatul Jannah di cabang singer. Serta Zaidan Rouf di cabang lari 100 meter. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW