Imtihan yang dilaksanakan di MIN 1 Jombang Jl Abdul Rahman Saleh III/8A Jombang berjalan lancar dan khidmat. Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Jombang, Dr Taufiqurrohman, Kasi Penma, Dr Arif Hidayatulloh, serta Direktur Program Ummi Foundation Pusat Surabaya, H Ahmad Yusuf MS MPd. Juga komite madrasah, ustad dari Ummi Foundation Pusat Surabaya dan seluruh wali murid.
Kepala MIN 1 Jombang, Luluk Wahyu Ningsih, menyampaikan, total ada 218 siswa yang mengikuti khatmul Quran dan imtihan. Rinciannya, tartil sebanyak 125 siswa, tahfid juz 30 sejumlah 75 siswa, tahfid juz 1 tujuh siswa dan tahfid juz 2 ada 11 siswa.
’’MIN 1 Jombang bekerjasama dengan Ummi Foundation sejak kepemimpinan Dr H Zainut Tamam 2014. Hingga sekarang, kerjasama terus berlanjut dan sudah bisa khotmul Quran dan imtihan angkatan kelima. Ini sebagai komitmen kami untuk mencetak generasi unggul berjiwa Qurani,’’ terangnya.
Menurutnya, metode Ummi sangat tepat diterapkan kepada siswa pendidikan dasar. Ketika lulus, siswa sudah bisa membaca Alquran secara tartil. Bahkan banyak yang hafal minimal satu juz. ’’Ini sesuai visi misi MIN 1 Jombang yakni terwujudnya madrasah Qurani, berprestasi, berteknologi, berbasis lingkungan dan ramah anak yang berakhlakul karimah,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jombang, Dr Taufiqurrohman, menyampaikan pentingnya mempelajari Alquran sebagai benteng moral untuk mencetak generasi yang handal. ’’Kami mengapresiasi MIN 1 jombang yang sudah berupaya keras mencetak generasi Qurani melalui metode Ummi,’’ ungkapnya.
Direktur Program Ummi Foundation Pusat Surabaya, H Ahmad Yusuf MS MPd, berpesan agar para siswa menjaga tiga hal. Pertama, salat lima waktu. Kedua, setiap hari harus membaca Alquran di rumah. Ketiga, taat dan patuh kepada kedua orang tua. Dia juga berpesan agar orang tua memberi teladan bagi anak dalam mencintai Alquran. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW