’’Sampai saat ini belum cair, padahal sudah ditunggu-tunggu,’’ kata Ahmad Taufiq, salah satu guru, kemarin.
Ia merupakan satu dari 143 guru yang belum menerima tamsil triwulan keempat 2022. Sampai 25 Desember, dana dari pusat masih belum ditransfer ke kas daerah, sehingga tamsil 143 guru ngendon sampai sekarang.
Tamsil yang terlambat cair membuat dirinya harus menahan diri untuk merealisasikan sejumlah barang yang ingin dibeli. ’’Ingin ini dan itu harus ditahan dulu, karena tamsil yang sudah saya tunggu-tunggu masih belum cair,’’ terangnya.
Ia mengaku belum menanyakan ke dinas terkait keterlambatan pencairan tamsilnya. ’’Paling jawabannya masih disuruh menunggu,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, mengatakan, tamsil triwulan keempat 2022 bakal dibayarkan setelah realisasi triwulan satu tahun anggaran 2023. ’’Carryover baru akan dibayarkan setelah realisasi triwulan satu tahun 2023 ini,’’ ucapnya.
Sesuai permendikbudristek nomor 3 tahun 2022, tentang petunjuk teknis pemberian tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan guru ASN di daerah, tunjangan penghasilan diberikan kepada guru ASN yang belum menerima tunjangan profesi. Pembayaran tamsil dilakukan empat kali dalam setahun. Triwulan pertama pembayarannya Maret. Triwulan kedua Juni. ’’Berarti nanti yang carryover dibayarkan setelah Maret,’’ jelasnya.
Nilai tamsil Rp 250 ribu per bulan, dicairkan tiga bulan sekali. Triwulan keempat 2022, tamsil diberikan kepada 826 guru, dengan total Rp 617 juta. Sebagian besar sudah terbayarkan. Masih ada 143 guru yang belum menerima. Sebab, anggaran habis, dan masih kurang Rp 106 juta. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW