’’Perubahan nama di latar belakangi tuntutan masyarakat,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Senen, kemarin.
Pengusulan perubahan nama akan disampaikan ke kemendikbud. ’’Ini masih rencana. Secara resmi belum kita usulkan ke kemendikbud,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Alasan utama perubahan nama karena nama yang sekarang dianggap mengesankan tertinggal. Sehingga jarang siswa yang mau sekolah di situ.
Satu atap identik dengan penggabungan dengan sekolah dasar. SD dan SMP dicampur dalam satu lokasi. ’’Anggapan masyarakat, satu atap itu satu atap dengan SD. Termasuk guru-gurunya jadi satu. Padahal sekarang kan sudah berdiri sendiri,’’ paparnya.
Nantinya, sekolah tersebut akan memiliki nama baru seperti sekolah induk lainnya. Misalnya, SMPN Jarak 1 Satu Atap Kecamatan Wonosalam akan berubah menjadi SMPN 3 Wonosalam atau mengikuti urutan penamaan sekolah di wilayah itu. ’’Kita sekarang masih koordinasi dengan kementerian,’’ tandasnya.
Meski nanti namanya berubah, untuk sistem pendidikan, sistem pembelajaran dan operasional sekolah tetap sama. ’’Cuma namanya saja yang berubah,’’ tegasnya. (ang/jif/riz) Editor : Achmad RW