’’Alhamdulillah anak-anak bisa meraih juara satu, baik putra maupun putri. Ini merupakan buah dari persiapan mereka yang sudah maksimal,’’ kata Mu'alim, kepala SMAN Jogoroto, kemarin.
Pada partai final, tim putra mengalahkan SMAN 1 Jombang dengan skor 49-47. Sementara tim putri mengalahkan SMAN Bareng dengan skor 19-13. Sebelum mengikuti kejuaraan, SMAN Jogoroto mempersiapkan diri selama enam bulan. Latihan dilaksanakan tiga kali seminggu. ’’Ada empat ekstrakurikuler non akademik yang paling digemari siswa. Basket, futsal, bola voli, dan bulutangkis,’’ jelasnya.
Ke depan, Mu'alim menargetkan ikut setiap event. Baik tingkat provinsi maupun nasional. ’’Saat ini, tim futsal juga sedang masuk babak semifinal, pada kejuaraan yang diadakan Ikatan Mahasiswa Jombang dari Unesa. Mudah-mudahan bisa menang juga,’’ harapnya.
Untuk menunjang prestasi siswa, mulai tahun ini, Mu’alim bakal serius menangani sarana prasarana. Seperti memperbaiki lapangan basket, menambah lapangan bulutangkis, hingga pengadaan jersey baru untuk tim olahraga. ’’Ini bagian dari kegiatan pelayanan siswa. Dengan melengkapi sarana prasarana untuk mendukung kegiatan siswa. Baik KBM (kegiatan belajar mengajar) maupun ekstrakurikuler,’’ jelasnya.
Prestasi Akademik juga Terus Dipacu
Tidak hanya mengoptimalkan prestasi non akademik, Kepala SMAN Jogoroto, Mu'alim, juga bakal serius meningkatkan prestasi akademik. Dengan meningkatkan target siswa yang masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Ia terus memberikan motivasi kepada seluruh siswa, agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
’’Untuk saat ini, masih 50:50 yang mau lanjut dengan yang ingin bekerja. Kami tidak bisa memaksakan, tapi kami tidak pernah berhenti memberikan motivasi agar siswa melanjutkan ke perguruan tinggi utamanya ke PTN. Agar biaya pendidikan mereka lebih murah,’’ jelas Mu’alim.
Pada semester genap yang dimulai 2 Januari lalu, ia mulai melakukan pendampingan. Sekolah memberikan bimbingan kepada siswa. Tiga kali dalam seminggu oleh guru. Dan satu kali seminggu oleh pihak luar sekolah.
Hal ini dilakukan dengan harapan, siswa yang lolos SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) meningkat. Baik melalui SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) maupun melalui SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes).
Tahun lalu, ada 93 siswa yang masuk ke PTN. 20 diantaranya melalui jalur prestasi. Sementara sisanya melalui jalur tes. Bimbingan tersebut diberikan hanya kepada siswa yang berminat untuk melanjutkan ke PTN. ’’Yang tidak berminat kami tidak bisa memaksa. Tapi kami terus memberikan motivasi, nanti mungkin akan diberikan bekal keterampilan agar siswa lebih mandiri,’’ paparnya.
Sembari pembinaan, ia juga bakal sering menggelar try out. ’’Mudah-mudahan yang masuk ke perguruan tinggi meningkat secara signifikan,’’ harap Mu'alim.
SMAN Jogoroto sudah terakreditasi A. Sehingga 40 persen siswanya bisa mendaftar melalui SNBP. 40 persen tersebut diberikan kepada masing-masing jurusan. Sehingga semua jurusan memiliki peluang yang sama. Mu'alim berharap, kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin.
Pembinaan untuk persiapan KSN (Kompetisi Sains Nasional) 2023 juga mulai dilakukan. Sebanyak 45 siswa dari sembilan mata pelajaran bakal ikut KSN tingkat kabupaten.Mu'alim ingin, minimal lima dari 45 siswa tersebut bisa lolos ke tingkat provinsi, bahkan hingga ke tingkat nasional.
SMAN Jogoroto merupakan satu-satunya SMA negeri yang memiliki jurusan bahasa. Mereka memiliki siswa-siswa yang unggul di bidang Bahasa Inggris, Bahasa Prancis dan Bahasa Jepang. ’’Saya berharap, tiga bahasa unggulan ini bisa menang dalam setiap lomba debat bahasa yang akan diikuti,’’ harapnya. Tahun ini, SMAN Jogoroto juga bakal meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, untuk menuju sekolah adiwiyata. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW