Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cerita Sedih Kakak Beradik Korban Kebakaran, Seragam,Buku, Ijazah Semua Ludes

Achmad RW • Jumat, 2 Desember 2022 | 15:28 WIB
Yoan di rumahnya yang kini tinggal puing bangunan, kemarin (1/12)
Yoan di rumahnya yang kini tinggal puing bangunan, kemarin (1/12)
JOMBANG – Malang nian nasib Yoan Rangga Adinata, siswa kelas 9 SMPN 1 Kabuh. Rumahnya di Desa Banjardowo Kecamatan Kabuh hangus terbakar. Semua barang habis tak tersisa, termasuk ijazah, seragam, sepatu, tas dan buku-buku milik Yoan dan adiknya Alexa Novientria Anggra, kelas 5 SDN Banjardowo 2. Adik bungsunya Chantika Naila Putri baru berusia 2,5 tahun.

’’Saat itu saya sedang sekolah belum pulang. Kaget sekali dengar kabar rumah kebakaran,’’ ungkap Yoan, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Ayahnya Candra Irawan bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN Banjardowo 2. Ibunya Puji Astutik bekerja sebagai penjaga kantin di sekolah yang sama. Kebakaran terjadi Senin (28/11) sekitar pukul 13.00. Bermula saat Alexa pulang sekolah. Sebelum masuk rumah, ia melihat api keluar dari ruang tengah. Ia langsung membangunkan kakeknya yang tinggal tepat di samping rumahnya.

Api sangat cepat membesar. Rumah Yoan 90 persen dari kayu jati. Api tak bisa dipadamkan. Saat mobil pemadam kebakaran datang, rumah sudah roboh dan tinggal puing.

Semua barang-barangnya hangus terbakar. Lemari, tv, kulkas, HP dan semua barang-barang habis tak tersisa. Begitu juga surat-surat penting, uang tabungan dan peralatan masak. Hingga membuat ibunya tak bisa berjualan.

Yoan dan Alexa tetap sekolah. Tersisa seragam nasional yang saat itu dipakai. Juga ada jadwal olahraga, sehingga seragam olahraga juga selamat. Seragam batik, pramuka, buku-buku, tas dan HP milik keduanya hangus terbakar. Keduanya mendapatkan seragam layak pakai dari teman-temannya. ’’Buku-buku juga dapat dari sekolah,’’ jelas Yoan.

Untuk buku paket ia masih bergabung dengan teman sebangkunya. ’’Sementara masih gabung dengan teman,’’ ucapnya.

Candra, ayah Yoan mengatakan, dari peristiwa kebakaran itu, yang paling disayangkan kedua anaknya adalah handphone. Sebab, saat ini banyak pembelajaran yang disampaikan melalui HP. ’’Yang membuat mereka gelo adalah kehilangan HP-nya. Karena saat itu sekolah tidak bawa HP. HP-nya di rumah dan ikut hangus terbakar,’’ terangnya.

Begitu mendengar kabar itu, Srimudayani Dewi Astutik, kepala SMPN 1 Kabuh langsung mengumumkan donasi baju dan seragam layak pakai dari kakak kelasnya. ’’Mereka sudah lulus, barangkali ada yang masih layak pakai. Saya minta untuk disumbangkan,’’ kata Srimudayani.

Ia juga memberikan buku-buku kepada Yoan untuk belajar. ’’Untuk buku-buku nanti akan kami berikan,’’ tegasnya. Sementara ini, Yoan dan keluarga tinggal di rumah sang kakek. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW
#siswa smp #korban kebakaran #Jombang #kakak beradik #banjardowo #features #kebakarana rumah #kabuh #Siswa SD