Namanya cukup panjang Valentino Aykel Suranta Sitepu. Namun siswa SDN Blimbing ini akrab disapa Aykel. Sejak kecil, ia harus belajar mengurangi jajan sembarangan. Rempah-rempah seperti kencur menjadi minuman sehari-hari. Hal itu dilakukan agar kejernihan suaranya tetap terjaga dan bisa bernafas panjang saat membawakan lagu.
”Kencur tanpa gula, kadang ditambah madu sedikit, itu saya minum, mau tidak mau, awalnya tidak enak, lama kelamaan biasa saja,” ungkap Aykel. Ia memang memiliki suara merdu. Bakat itu ia dapatkan sejak duduk di bangku kelas 4. Ia suka menyanyikan lagu-lagu pop.
Kesempatannya mengikuti lomba berawal dari lomba antar kelas di internal sekolah. Satu kelas saat itu dipilih dua siswa yang memiliki bakat menyanyi. Aykel ikut dan lolos di jenjang internal SD tempatnya menimba ilmu. Kemudian ia ikut ke tingkat kecamatan dan terpilih juara 1. Berbekal itu, ia kemudian mewakili Kecamatan Gudo untuk ikut ajang serupa di tingkat kabupaten. Aykel terpilih juara 3 lomba bahasa dan seni.
”Saat itu suara saya dinilai belum matang, lalu saya ikut les nyanyi di Istana Musik, gurunya Bu Tuti Sucipto,” katanya saat ditemui di sekolahnya, kemarin (22/11). Setelah pulang sekolah, ia les menyanyi seminggu sekali. Satu kali di rumah guru vokalnya, dan les di sekolah.
Usahanya membuahkan hasil. Ia kemudian mengikuti FLS2N tingkat kabupaten sebagai wakil dari Kecamatan Gudo. Di ajang itu, ia lolos sebagai juara 2 sehingga melenggang ke tingkat provinsi. Di ajang lebih tinggi ini ia menyanyikan lagu Merah Putih ciptaan almarhum Gombloh. Lagu itu kemudian mengantarkan Aykel menjadi juara 1 FLS2N tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tak berhenti di situ, ia kemudian dikirim di ajang serupa tingkat nasional. Sayang, di tingkat nasional ini ia kandas. ”Hanya dapat sertifikat peserta FLS2N tingkat nasional saja, belum juara,” tuturnya.
Sejak saat itu job menyanyi terus berdatangan. Aykel tak hanya menyanyi di gereja, namun di setiap kegiatan tingkat kecamatan atau kabupaten, terus dia ikuti. Termasuk lebih bersemangat mengikuti lomba-lomba, meski di luar sekolah.
Aykel berniat serius di dunia tarik suara. Selain menjalani les, ia juga latihan secara mandiri, yaitu dengan berlari dan bermain lompat tali. Tujuannya agar nafasnya tetap stabil dan kuat mencapai nada tinggi. Lebih dari itu, ia mengikuti latihan vokal di sekolah. Biasanya, ketika latihan vokal dengan nada tinggi, ia melakukan di belakang gedung sekolah, agar tidak mengganggu jam pelajaran siswa yang lain.
Tidak hanya latihan vokal, ia juga harus menjaga pola makan setiap hari. Seperti tidak boleh minum es, gorengan, makanan pedas, cokelat dan minuman bersoda. Bahkan ia juga sudah bersahabat dengan minuman herbal, seperti jamu kencur dan daun sereh.
Setelah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Jombang di tingkat provinsi, dan mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional. Kini, Aykel mendapat banyak penghargaan, seperti piagam juga uang tunai. Bahkan ia juga mendapatkan penawaran khusus dari Bupati Jombang untuk sekolah di mana saja sesuai keinginannya.
”Saya ingin di SMPN 1 Jombang atau SMPN 2 Jombang, kemarin waktu ke pendopo ditawari mau sekolah di mana, katanya boleh milih,” kata putra tunggal pasangan Abadi Sitepu dengan Sri Ngenana ini.
Siswa kelahiran Tambunan Sumut, 31 Januari 2011 ini mengaku lebih suka main drum dibandingkan dengan menyanyi. Namun, karena bakat yang lebih menonjol adalah menyanyi, maka yang kini ia tekuni menyanyi.
Dari menyanyi, ia sudah bisa menabung. Hadian uang tunai sering ia dapatkan baik dari lomba-lomba sekolah maupun tingkat umum. Bahkan, uang yang terkumpul sudah ia belikan drum untuk belajar di rumah. ”Saya belikan drum untuk belajar sendiri di rumah. Karena saya sempat bilang ke mama mau les drum, tapi kata mama suruh nyanyi saja, jadi saya nurut apa kata orang tua,” pungkasnya seraya menyebut ingin mengikuti ajang pencarian bakat. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW