’’Alhamdulillah SMPN 1 Kabuh sudah memasuki usia ke-39. Harapannya, SMPN 1 Kabuh menjadi lebih baik lagi, lebih berprestasi lagi,’’ kata Srimudayani Dewi Astutik MPd, kepala SMPN 1 Kabuh.
Rangkaian HUT SMPN 1 Kabuh dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan tengah semester. Dimulai Jumat (4/11), lomba jalan sehat kreatif, lomba paduan suara Mars Spijika, lomba senam kreasi profil pelajar Pancasila.
Dilanjutkan Sabtu (5/11), bazar, lomba olimpiade IPA, Matematika, dan lomba desain poster yang diikuti 66 siswa SD dan MI di sekitar Kabuh.
Acara puncak dan penyerahan hadiah dilaksanakan Senin (6/11). Kegiatan berlangsung seru, siswa menampilkan berbagai pertunjukan kesenian. Ada jaranan, tari remo, tari sandur khas Kabuh, tari gandrung jajar sewu, juga dance. Disaksikan seluruh tamu undangan yang hadir, komite sekolah, paguyuban wali murid, dan seluruh siswa.
Juga menerbangkan balon berwarna-warni secara bersama-sama. Ada 700 balon yang diterbangkan. ’’Makna melambungnya balon, juga melambungnya harapan guru dan siswa, untuk menjadi sekolah yang berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang berprestasi,’’ jelasnya.
SMPN 1 Kabuh juga launching Batik Mbako Spijika. Karya Novia Dewi Pancamita, siswi kelas 7C. Seperti namanya, batik mbako mencerminkan kearifan lokal wilayah Kabuh. Dimana tembakau menjadi komoditas pertanian di Kabuh.
Corak batiknya bagus. Ada daun tembakau, yang dikelilingi bunga tembakau, dan didalamnya diisi dengan titik-titik kecil yang merupakan bagian dari daun tembakau yang sudah dirajang. ’’Ini bagian dari cara kita mengangkat kearifan lokal,’’ jelas Srimudayani.
Batik tersebut akan diproduksi masal. Dijadikan seragam identitas SMPN 1 Kabuh, yang dipakai siswa dan guru. ’’Ini salah satu bagian dari apresiasi kami terhadap karya siswa, dan ini sudah disetujui siswa yang bersangkutan,’’ terangnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW