Kepala SMKN Kabuh, M Yasin, menjelaskan, sekolahnya bertekad menjadi satuan pendidikan yang bertumbuh harmonis dan menghasilkan lulusan beriman, bertakwa, maju dalam iptek serta memiliki kemandirian.
’’Agar anak-anak memiliki kemandirian, maka tentu program sekolah harus disesuaikan,” kata Yasin kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tahun ini mencoba dengan menerapkan pengembangan kewirausahaan. ’’Harapan kita dari program ini muncul siswa mandiri serta memiliki mental entrepreneur,’’ imbuhnya.
Selama ini, prioritas siswa SMK setelah lulus BMW (Bekerja, Melanjutkan perguruan tinggi, Wirausaha). Tidak demikian dengan sekolah yang dia pimpin. ’’Kita coba kebalikannya, sehingga WMB (Wirausaha, Melanjutkan, dan Bekerja,’’ jelasnya.
Ada penekanan pada program kewirausahaan. Salah satunya melakukan pengembangan pada siswa. ’’Jadi tidak sekedar program, tapi mewujudkan secara nyata. Artinya menghasilkan produk,’’ tuturnya.
Menurut Yasin, kolaborasi antara guru dan siswa sangat diperlukan. Produk yang dihasilkan juga sesuai dengan kompetensi keahlian SMKN Kabuh. ’’Sehingga mereka juga belajar, lalu praktik, dan menghasilkan suatu produk nyata,’’ lanjutnya.
SMKN Kabuh memiliki tiga kompetensi keahlian. Kimia Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, dan Farmasi. ’’Program keahlian itu memungkinkan menghasilkan produk nyata,’’ tuturnya. Produk itu bisa menjadi modal para lulusan untuk berwirausaha.
’’Anak-anak bisa menghitung mulai membuat sampai pemasaran. Karena itu, kita mulai dari lingkungan sekolah,’’ terangnya.
Sampai saat ini ada tujuh produk dari program yang sudah dicanangkan. Diantaranya, bahan pencuci piring, sabun pencuci motor dan mobil, minyak rambut, semir sepatu, serta aroma therapy. ’’Kita coba pengembangan ke air mineral kemasan, dengan nama air-que,’’ bebernya.
Pengembangan air mineral kemasan sudah dilakukan tes secara internal. Hasilnya baik dan bisa dikonsumsi. ’’Tapi akan kita uji juga ke pihak yang lebih kredibel di Sucofindo Surabaya. Nanti arahnya bisa kita kembangkan, pemasarannya sementara masih di internal sekolah, paparnya.
Pengembangan Wirausaha Demi Lulusan Bermental Usaha Kuat
PROGRAM pengembangan kewirausahaan diharapkan bisa membentuk mental para siswa. Setelah lulus, mereka sudah memiliki mental yang kuat di dunia usaha.
’’Semoga lulusan SMKN Kabuh tidak hanya berkembang bidang akademik. Tapi juga memiliki mental kewirausahaan yang kuat,’’ kata Kepala SMKN Kabuh, M Yasin.
Para siswa di sekolah sudah mendapat pelajaran sesuai program keahlian. Sehingga bisa berprestasi dan mandiri. ’’Paling penting menumbuhkan mental wirausaha,’’ tegasnya Sehingga setelah lulus salah satu pilihan utamanya menjadi entrepreneur. ’’Akademis juga sudah kita laksanakan sesuai kurikulum merdeka,’’ imbuhnya.
Di sekolah, siswa sudah mendapat bekal sesuai kompetensi keahlian. Sehingga tidak hanya sekedar wirausaha. ’’Mereka sudah mendapat ilmu sesuai kompetensi keahlian, itu sebagai pemicu paling penting,’’ jelasnya.
Terlebih selama ini siswa juga sudah menghasilkan sejumlah produk. Itu diharapkan bisa diterapkan setelah lulus. ’’Sekarang ada semacam gerakan beli di SMK. Anak-anak yang membuat, mereka juga yang membeli dan menjual. Demikian pula dengan guru,’’ tuturnya.
Pemasaran juga dilakukan di luar sekolah. ’’Kemarin sudah mengikuti semacam pameran dan kegiatan keluar. Memasarkan produk kita ke masyarakat, seperti di kecamatan,’’ terangnya.
Hal itu mendapat respons positif dari masyarakat. ’’Alhamdulillah produk anak-anak mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat, salah satunya aroma therapy,’’ bebernya.
Tak hanya itu, beberapa waktu lalu SMKN Kabuh menerima penghargaan tingkat nasional. ’’Alhamdulillah kita menerima penghargaan dari Nyalanesia sebagai Sekolah Aktif Literasi tingkat nasional 2022,’’ ungkap Yasin. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW