’’Ada 158 guru yang ikut, dari 21 kecamatan,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Workshop dilaksanakan di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Dimulai pukul 10.00 hingga 16.00. Dalam satu hari, 40 persen diisi materi, 60 persen praktik. Mulai dari praktik pantomim, hingga praktik merias wajah untuk pantomim.
Maestro pantomim Indonesia, Septian Dwi Cahyo, hadir sebagai pemateri. Juga Alfan Tomim, dari sekolah pantomim nusantara. Bambang Rudy, sekretaris dinas P dan K Jombang mewakili Senen membuka workshop.
’’Ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) bagi guru pembimbing pantomim. Sekaligus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang seni pantomim dan teknik berpantomim,’’ jelasnya.
Tahun ini, siswa SDN Karangan 2 Kecamatan Bareng berhasil menjadi juara tiga dan SDN Kepanjen 2 menjadi juara empat FLS2N seni pantomim tingkat provinsi. Senen berharap, adanya pelatihan pantomim ini bisa meningkatkan prestasi siswa di ajang FLS2N tahun depan.
’’Kami berharap bisa tembus ke tingkat nasional,’’ ucapnya. Ia juga berharap, peserta yang hadir bisa menyerap ilmu yang diberikan kedua pemateri secara maksimal. Kemudian menyebarkannya ke guru pembimbing di sekolah-sekolah lain.
Septian Dwi Cahyo berharap, pelatihan itu ada keberlanjutan yang nyata, harus ada target yang tercapai. Menurutnya, untuk menarik anak-anak di bidang pantomim, orang tua atau guru harus sering-sering menunjukkan pantomim kepada anak. ’’Anak-anak kalau melihat pasti tertarik dan ingin belajar, biar mereka kenal dulu, kan tak kenal maka tak sayang,’’ kata Septian kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Sementara dinas, harus memberikan wadah kepada seniman-seniman pantomim cilik untuk menyalurkan bakatnya. ’’Siswa harus memiliki wadah yang jelas untuk mengembangkan bakat berpantomim. Itu PR juga bagi kami,’’ bebernya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW