Pengumuman penghargaan ini, dilaksanakan pada Kamis (29/9) lalu. Penghargaan ini tak lepas dari keberhasilan SMP Darul Ulum (DU) 1 Unggulan Peterongan mengembangkan metode pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering and Math (STEM).
Prestasi ini, juga diraih berkat adanya temuan mesin penetas telur bebek tenaga surya berbasis Internet of Things (IoT). ”Peternak dapat menetaskan telur bebek melalui inkubator dengan memanfatkan tenaga sinar matahari tanpa menggunakan listrik. Dan dengan teknologi IoT, peternak dapat mengontrol kinerja mesin melalui handphone android di mana pun dan kapan pun,” terang guru pembina, Miftachul Rosadah, M.Pd.
Perlu diketahui bahwa event WICE merupakan kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia dengan didukung oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Untuk event WICE kali ini diikuti oleh 344 tim yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA dan universitas dari 25 negara. Dengan beragam tema yang dilombakan, perwakilan SMP DU 1 Unggulan Peterongan memilih tema applied physical and engineering.
Hubungan internasional memang sejak lama dibina oleh pihak SMP DU 1 Unggulan Peterongan dengan berbagai pihak dan negara. Hal tersebut tak lain sebagai wujud keinginan menyerap materi secara maksimal guna meraih hasil yang optimal, tidak hanya bagi para murid namun juga bagi para guru serta seluruh unsur sekolah.
”Pembelajaran berbasis STEM yang dikembangkan di sekolah mengharapkan para siswa dapat berfikir kritis, berinovasi serta kreatif dalam menghadapi suatu permasalahan serta mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian ilmiah agar menjadi generasi muda yang handal,” tandas Kepala SMP DU 1 Unggulan Peterongan Mashudi. (dwi/naz/riz) Editor : Achmad RW