’’Pada dasarnya, hanya yang belum terekam di dapodik saja yang bisa mendaftar,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Guru yang mengajar setelah ada aturan larangan pengangkatan guru honorer Februari 2019 juga bisa ikut PPG prajabatan. Termasuk pembimbing diniyah dan pembimbing muatan lokal keagamaan yang sudah memiliki ijazah sesuai yang dipersyaratkan. Pendaftaran dibuka 26 Agustus-26 September. Syaratnya, berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember 2022 dan memiliki ijazah S1 atau D3 dengan IPK minimal 3,0.
Ada tiga tahap seleksi yang dilaksanakan. Pertama seleksi administrasi. Jika lolos tes seleksi administrasi maka akan mengikuti tes substantif. Jika tes tahap kedua lolos maka ada tes tahap ketiga yaitu tes wawancara. ’’Biaya untuk seleksi ini Rp 200 ribu,’’ jelasnya. PPG prajabatan dilaksanakan selama dua semester. ’’Biaya per semester Rp 8,5 juta, tapi kalau dinyatakan lolos, maka mendapatkan beasiswa Rp 17 juta untuk dua semester,’’ tambahnya.
Ada 75 kampus di Indonesia yang telah ditunjuk lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) untuk menyelenggarakan PPG. Pada PPG prajabatan ada 18 jurusan yang ditawarkan. Yaitu guru kelas SD, Bahasa Indonesia, matematika, pendidikan luar biasa, pendidikan jasmani dan kesehatan. Bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Sejarah, ekonomi, biologi, kimia, fisika, geografi, sosiologi, bimbingan konseling dan seni budaya. ’’Dan harus linier dengan ijazah sebelumnya,’’ tambahnya.
Namun PPG prajabatan bukan berarti setelah mendapatkan sertifikat pendidik akan diangkat menjadi guru. Guru bersertifikat hanya akan mendapatkan nilai afirmasi lebih tinggi jika mendaftar sebagai PPPK. ’’Yang pasti mendapatkan pengetahuan dan pengakuan jika sudah memiliki sertifikat menjadi pengajar,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW