Kepala SMAN 3 Jombang, Singgih Susanto, menyampaikan, dari total 356 lulusan, ada 127 yang berhasil masuk PTN. Rinciannya, 51 melalui jalur SNMPTN dan 76 jalur SBMPTN. ’’Alhamdulillah, kami sampaikan apresiasi kepada bapak/ibu guru yang telah membimbing anak-anak dengan maksimal sehingga bisa masuk PTN,’’ ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (13/7).
Ia juga mengapresiasi kerja keras siswa yang sudah maksimal dalam mengikuti bimbingan maupun pemberian materi tambahan saat mendekati tes masuk PTN. ’’Kami sampaikan selamat kepada anak-anakku yang sudah masuk PTN sesuai harapan kalian,’’ tambahnya.
Ada beberapa kunci sukses dalam mengantarkan siswa lolos tes masuk PTN. Baik jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Diantaranya, memaksimalkan pembelajaran sehari-hari. Pemberian materi di luar jam pelajaran agar anak-anak mampu bersaing dengan siswa lainnya. ’’Kami juga mengadakan bimbingan intensif kepada anak-anak secara berkala,’’ paparnya.
Prestasi non akademik SMAN 3 Jombang juga unggul. Setiap mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional, siswa SMAN 3 Jombang berhasil meraih juara. ’’Salah satunya, dalam SMA Award 2021, siswa kami berhasil meraih juara tiga kategori menyanyi solo,’’ jelasnya.
Untuk mengasah bakat dan minat siswa, SMAN 3 Jombang menyediakan berbagai macam ekstrakurikuler. Seperti Paskibra, keroncong, bola voli, basket, banjari dan lain-lain.
’’Ada banyak sekali ekstrakurikuler yang kita adakan untuk memfasilitasi bakat dan minat siswa,’’ ungkapnya.
Selanjutnya....
Dipercaya Jadi Tim PAK Jatim
TAK hanya siswanya yang berprestasi, guru hingga Kepala SMAN 3 Jombang juga berprestasi. Sejak 2017, Kepala SMAN 3 Jombang, Singggih Susanto, dipercaya menjadi anggota tim penilaian angka kredit (PAK) guru dan tenaga kependidikan Provinsi Jawa Timur. Ia bertugas menilai layak tidaknya guru naik pangkat di lingkup Provinsi Jawa Timur.
’’Alhamdulillah sejak 2017 saya ditunjuk menjadi tim penilaian angka kredit guru dan tenaga kependidikan provinsi Jawa Timur,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (13/7).
Pria kelahiran Surabaya 12 Juli 1962 ini menambahkan, tugas utama tim PAK yakni memberikan penilaian terhadap guru atau tenaga kependidikan yang akan naik pangkat. Penilaian dilakukan dua kali dalam setahun. ’’Awalnya dulu saya menjadi tim penilai tingkat kabupaten. Kemudian, dipercaya menjadi tim PAK provinsi,’’ terangnya.
Singgih memulai perjalanan karirnya sebagai guru Bahasa Indonesia di SMAN Kesamben tahun 1984. Pada 1997, ia diberi amanah tambahan sebagai kepala SMA PGRI Kesamben hingga 2012. ’’Kemudian tahun 2010 saya mengikuti tes kepala sekolah dan SK keluar pada 2012. Tugas pertama saya di SMAN Bareng,’’ jelasnya.
Dari SMAN Bareng, ia kemudian dimutasi ke SMAN Ngoro tahun 2015 hingga 2018. Kemudian terakhir di mutasi ke SMAN 3 Jombang mulai 2018-sekarang.
’’Saya di SMAN 3 Jombang sudah empat tahun. Dan ini merupakan tahun terakhir saya mengabdi sebagai kepala sekolah,’’ ucapnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW