Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

SMAN Jogoroto Gandeng 3 Negara Asing untuk Perkuat Program Bahasa

Achmad RW • Rabu, 15 Juni 2022 | 15:04 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – SMAN Jogoroto menaruh perhatian besar dalam program pengembangan bahasa untuk anak didiknya. Sebagai terobosan, sekolah menggandeng kerja sama dengan tiga negara asing. Masing-masing Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN Jogoroto Budiono menuturkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. ”Jadi SMAN Jogoroto ini menjadi satu-satunya SMA di Jombang membuka program bahasa,” kata Budiono kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (14/6) kemarin.

Dijelaskan, untuk pengembangan program Bahasa Inggris, sekolah yang terletak di  Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Peace Corps dari Amerika Serikat. Lalu Bahasa Jepang dengan Japan Fondation Jakarta dan Japanease Speaker Forum. Kemudian mata pelajaran Bahasa Prancis bekerja sama dengan Institute Francais Indonesia (IFI). ”Itu bisa terjadi berkat dukungan bapak dan ibu guru terutama guru bahasa. Karena mereka sudah seperti kelas instruktur nasional, punya jam terbang dan nilai plus,” imbuh dia.

Satu sisi, lanjut Budiono, para guru melakukan pembelajaran di kelas, di sisi lain mereka juga bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak atas nama sekolah.  ”Untuk sekarang kita punya 5 kelas IPA, 4 kelas IPS dan 1 kelas bahasa,” tutur Budiono.

Dijelaskan, untuk kerja sama dengan Peace Corps Amerika Serikat, saat itu mendatangkan relawan tenaga pengajar bahasa dari negara Paman Sam. ”Dia sebagai pengajar Bahasa Inggris, diawali Desember 2018 dan mulai bertugas 2019-2021. Namun, karena pandemi Covid-19, sehingga Maret 2020 dipulangkan,” ujar dia.

Sementara kerja sama dengan Japan Foundation juga demikian. Terdapat satu tenaga pengajar dari negeri Sakura selama tujuh bulan mengajar di sekolah. ”Berikutnya dengan Japanease Speaker Forum awalnya dilaksanakan di Bangkok, karena pandemi Covid-19 di-cancel. Sebagai gantinya diselenggarakan di Indonesia. Satu siswa kita ikut Maret kemarin,” lanjut Budiono.

Sedangkan kerja sama dengan IFI, lanjut dia, juga baru saja dilakukan. Meliputi pembelajaran dan bimbingan ujian DELF dan beasiswa serta melanjutkan jenjang pendidikan ke Prancis. ”Karena diajarkan lintas minat, sehingga semua punya kesempatan. Baik IPA maupun IPS. Lomba terakhir yang diadakan perhimpunan pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia salah satu siswa kita tembus juara 2 level nasional,” ujar dia.

Diharapkan melalui kerja sama itu bisa berdampak signifikan ke siswa dan sekolah. ”Kelas bahasa ini membawa berkah tersendiri. Selain bisa muncul kerja sama dengan luar negeri, terbukti siswa-siswi juga sudah bisa meraih juara, bahkan sampai tingkat nasional,” kata Budiono.

Selanjutnya.....

Menuju Perpustakaan Akreditasi A

SMAN Jogoroto saat ini tengah mempersiapkan diri menuju perpustakaan dengan akreditasi A. Segala persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari.

”Ke depan, program kita yang pertama berharap perpustakaan kita mendapat nilai A,” kata Plt Kepala SMAN Jogoroto Budiono kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (14/6) kemarin.

Dijelaskan, akreditasi itu dilaksanakan Perpustakaan Nasional. Saat ini masih dalam proses persiapan. ”Selain itu, kami juga mempersiapkan atau menuju kurikulum baru secara mandiri,” imbuh dia.

Sejak tahun lalu, lanjut Budiono, SMAN Jogoroto menjadi sekolah penggerak ambil bagian secara mandiri. ”Insya Allah Juli mengikuti program baru itu,” ujarnya.

Dikatakan, kurikulum itu, yakni Kurikulum Merdeka. ”Penjurusan nanti di kelas 11, sementara kelas 10 masih sama,” tutur dia.

Menurut dia, para siswa disesuaikan dengan kodrat.  ”Kodrat ini ada dua, kodrat alam dan zaman. Untuk kodrat alam, misalkan seorang siswa lahir di wilayah pantai, berarti kodratnya pantai. Sehingga pendidikan diutamakan dan berkembang di alam wilayahnya. Porsinya lebih besar dari anak pegunungan,” tutur dia.

Sementara kodrat zaman, menurut Budiono, melayani sesuai dengan zaman. ”Misalnya sekarang hampir semua menggunakan dan memanfaatkan teknologi, pembelajaran ya menggambarkan itu,” ujar Budiono.

Program berikutnya, kata dia, yakni meningkatkan prestasi akademik siswa. Terutama mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Baik melalui SNMPTN maupun SBMPTN. ”Untuk program SKS sudah masuk tahun ketiga, layanan proyeksi lulus dua tahun. Alhamdulillah tahun ini sudah meluluskan satu angkatan dan sudah ada beberapa diterima lewat undangan SNMPTN,” terang dia.

Tidak hanya itu, perkembangan luar biasa juga terjadi selama lima tahun terakhir. Jumlah rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran baru nanti hingga 30 kelas. ”Untuk tahun ajaran baru nanti ada tambahan sembilan kelas. Tentunya ini diikuti banyak tantangan, sarana dan prasana serta bapak dan ibu guru juga disiapkan,” ujar Budiono.

Untuk keperluan itu saat ini sudah siap. Ruang kelas misalnya, lanjutnya, kini sudah terpenuhi. ”Sudah siap dan sudah jadi, baik melalui program BK pusat maupun sumbangan masyarakat,” kata Budiono. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#perpustakaan #SMAN Jogoroto #Jombang #3 Negara #program bahasa #pendidikan #internasional