Sejak pukul 07.30, para wisudawan sudah memadati gedung. Muwada’ah ini, dihadiri Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar KH Abdussalam Sohib, Ketua Komite Hj Muniroh Iskandar, Kepala MAN 4 Jombang Syamsul Maarif, dan pembina MAN PK (Program Keagamaan) Syekh Abdul Hamid.
”Selamat kepada anak-anak kelas 9, pagi ini (kemarin, Red) menjalani proses wisuda atau akhir dari tiga tahun di madrasah. Kami berharap semua siswa yang diwisuda melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,’’ kata Kepala MTsN 4 Jombang, Sulthon Sulaiman dalam sambutannya.
Lulus dari Madtasah Tsanawiyah, disebut Sulthon bukan merupakan akhir segalanya. Justru merupakan awal melanjutkan ke jenjang berikutnya. ”Jangan ada yang putus sekolah,” pesannya. Dia mewanti-wanti agar para siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Baik di lingkungan pondok pesantren maupun di luar. ”Yang merasa tidak mampu melanjutkan bisa datang ke madrasah menemui saya. Akan kita bantu,” ujar Sulthon.
Menurutnya, ada banyak solusi agar para siswa tetap melanjutkan. Diantaranya, bisa melanjutkan di lingkungan pondok pesantren. ”Saran kami, bisa melanjutkan ke madrasah atau sekolah di lingkungan PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Siapa yang mengisi kalau bukan kita?” lontarnya.
Sulthon juga berpesan kepada para siswa agar memegang teguh tiga jimat. ”Pertama, syaikhun fattah. Kedua, kutubu sittah, dan ketiga al aqlun rojah,” bebernya.
Jimat pertama artinya, di lingkungan ponpes memiliki guru yang bertanggungjawab. Mengajar dengan sepenuh hati. Sehingga, apa yang disampaikan akan cepat sampai ke hati. ”Kedua, kitab yang diajarkan merupakan kitab sehat. Bukan di download dari internet. Jadi, sanad-nya benar-benar teruji,” terangnya. Jimat ketiga, harus memiliki akal yang cerdas. Sehingga selalu update keilmuan. ”Jangan mudah puas dengan yang sudah didapat saat ini,” pesannya.
Dia juga berpesan, usai diwisuda para siswa tetap menjaga nama baik almamater madrasah dan pondok. ”Dimanapun dan kapanpun, berbuatlah yang terbaik,” tandasnya.
Selanjutnya.......
Dorong Lanjutkan Pendidikan ke Madrasah Aliyah
SEMENTARA itu, Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) mengucapkan terima kasih pada MTsN 4 Jombang. Karena sudah mengantarkan para siswa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
”Mewakili segenap pengasuh dan pengurus, kami sampaikan terima kasih pada para guru. Karena dengan kesungguhan hati dan dedikasinya menghantarkan anak-anak lulus MTs,” kata Gus Salam.
Sebagai guru dia merasa bersyukur melihat anak-anaknya sukses. Bisa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun merupakan salah satu nikmat yang istimewa. ”Orang tua bisa mengantarkan sampai tahapan ini juga patut disyukuri,” tambahnya.
Setelah siswa lulus, tidak kemudian dibiarkan begitu saja. Harus difasilitasi melanjutkan ke pendidikan berikutnya. Dia lantas memberi saran, agar menjadi anak yang berhasil. ”Jangan lupa tancapkan tongkat,” ujarnya.
Tongkat itu memiliki beberapa makna. Diantaranya lurus, artinya dididik dengan benar. ”Tongkat juga bisa dipakai memukul, artinya proses pendidikan itu harus ada kesungguhan,” terangnya.
Menanamkan dan menegakkan tongkat itu menurutnya penting. Utamanya untuk memberi adab kepada anak. Tujuannya agar mereka mengambil jalan yang benar dan jalan orang zuhud. ”Kita sebagai guru juga tidak boleh ragu untuk mendidik anak,” ujarnya.
Gus Salam berpesan, agar setelah lulus para siswa tetap belajar dengan sungguh. ”Kalian sekarang berada di usia emas, masa depanmu ditentukan saat ini. Jadi jangan sia-siakan kesempatan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrohman menuturkan, usai wisuda, seluruh siswa wajib melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. ”Wajib melanjutkan, karena Allah memberi derajat lebih tinggi bagi mereka yang menuntut ilmu,” katanya.
Saat ini, para siswa yang diwisuda dalam usia emas. Langkahnya menentukan arah kesuksesan yang akan datang. ”Tolong tetap semangat belajar, tetap menjaga akhlak, dan berbakti pada orang tua” imbuhnya.
Semua itu penting agar ilmu yang diterima bermanfaat. Dia juga mendorong siswa melanjutkan ke madrasah aliyah. ”Madrasah sekarang lebih unggul, apalagi wali murid pasti ingin anaknya punya pondasi agama dan akhlak,” tuturnya.
Menurutnya, dengan melanjutkan di madrasah maka moral anak akan terbentengi. ”Dengan teladan yang diberikan oleh guru, anak-anak akan menjadi saleh dan salehah serta berakhlakul karimah,” tegas Taufiqurrohman. (fid/jif/riz) Editor : Achmad RW