Tiada Kesuksesan Tanpa Doa Ibu, Pesan Siswa MA Madrasatul Quran Tebuireng

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:23 WIB
Iklil Aufal Jaza Anwar, kelas 11-C MA Madrasatul Quran Tebuireng
Iklil Aufal Jaza Anwar, kelas 11-C MA Madrasatul Quran Tebuireng

 

 

Minggu (1/8) di MA Madrasatul Quran Tebuireng, Ustad Muhammad Lutfi Alhafiz selaku Waka Kesiswaan mendampingi siswa mengikuti MTQ di Unisma Malang. Sebelum berangkat beliau berpesan agar minta doa ibu.

’’Sebelum maju lomba mintalah doa ibu kalian dengan hati tawaduk agar diberi kemudahan,’’ tuturnya.

Alhamdulillah saya juara 2 MHQ 5 juz tingkat Jawa Timur. Saya juga pernah juara 1 Porseni  MTQ tingkat Jombang 2024.

Doa dan dukungan ibu menjadi kekuatan dibalik keberhasilan anak. Ustad Haris, guru saya di

Pondok Pesantren Nurussalam, Lodoyo, Blitar, berkata, setiap prestasi yang diraih seorang anak tidak selalu lahir dari kerja kerasnya sendiri. Dibalik perjuangan terdapat doa seorang ibu yang tak pernah berhenti dipanjatkan.

Ibu selalu memberikan semangat, dukungan penuh dan nasihat ketika anak menghadapi kesulitan. Ketika seorang anak merasa gagal dan ingin menyerah, doa serta kasih sayang ibu menjadi alasan untuk kembali bangkit dan berusaha.

Karena itu jangan pernah lupa menghargai dan membahagiakan ibu selama masih ada kesempatan dan belum terlambat. Tiada jalan tanpa debu dan tiada kesuksesan tanpa doa ibu. Makanya kita diperintahkan berbuat baik kepada ibu. Sebagaimana disebutkan di Surat Luqman ayat  14. Kami mewasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Wasiat Kami, ’’Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’’ Hanya kepada-Ku kamu kembali.

Oleh: Iklil Aufal Jaza Anwar, kelas 11-C MA Madrasatul Quran Tebuireng

Editor : Anggi Fridianto
doa ibu opini Jombang siswa Jombang