Ngaji di Madrasatul Qur’an Putri Tebuireng Jombang, Ning Fida Ingatkan Memahami Kebebasan Wanita

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:10 WIB
Zahra Sajida Fauzani, Kelas 7 Salaf 1 MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Putri.
Zahra Sajida Fauzani, Kelas 7 Salaf 1 MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Putri.

 

Memahami Kebebasan Wanita

Selasa (1/9), santri Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Putri mengikuti kegiatan ngaji kitab Fiqhul Mar’ah yang diampu Ustazah Sa’idah Fiddaroin. Kitab ini menjelaskan tentang fiqih wanita.

’’Kebebasan wanita itu relatif. Bukan berarti bebas kemanapun dengan menggunakan pakaian terbuka, semua ada batasannya. Apalagi kita adalah muslimah yang wajib menutup aurat,’’ tuturnya.

Bukan hanya untuk wanita saja, tapi untuk laki-laki juga ada batasannya. Tidak boleh menikahi mahromnya. Mahrom adalah orang yang haram untuk dinikahi. Yang masih sedarah atau sepersusuan.

Baca Juga: Ngaji Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim di Tebuireng, Ilmu Harus Diamalkan agar Berbuah Manfaat

’’Kita tidak boleh menikah dengan sembarang orang, harus jelas asal-usulnya,’’ lanjut Ning Fida, sapaan akrabnya.

Ia berpesan agar wanita menjaga kehormatannya. ’’Kita sebagai wanita harus menjaga aurat dan kehormatan kita dengan baik,’’ tegasnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Seorang wanita ketika melaksanakan salat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kemaluan dengan tidak zina dan taat suaminya, maka dia akan disilakan masuk surga melalui pintu manapun. Maka dalam memilih suami, pilihlah laki-laki yang baik agamanya dan kita siap menaatinya.

 

Oleh: Zahra Sajida Fauzani, Kelas 7 Salaf 1 MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Putri.

 

Editor : Anggi Fridianto
Kebebasan Wanita Fiqih Wanita Muslimah kajian islam Madrasatul Quran Tebuireng