Hukum Membaca Alquran Bisa Sunah hingga Haram, Ini Penjelasannya

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:29 WIB
Ahmad Hamzah, Kelas XI-D MA Madrasatul Quran, Tebuireng
Ahmad Hamzah, Kelas XI-D MA Madrasatul Quran, Tebuireng

 

Hukum Membaca Alquran

Minggu (23/8) di Masjid Agung Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, para santri mengikuti pembukaan khotmil Quran memperingati maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

KH Abdul Hadi Yusuf Alhafiz selaku pengasuh menyampaikan sejumlah hukum baca Alquran. 

’’Membaca Alquran aslinya sunah. Tapi bisa berubah menjadi wajib, makruh dan haram,’’ tuturnya.

Membaca Alquran hukumnya sunah ketika di luar salat. Hukum membaca Alquran yang wajib yakni membaca Surat Alfatihah dalam salat.

Hukum membaca Alquran  menjadi makruh ketika kita dalam posisi tidak memiliki wudu dan tidak menutup aurat.

Hukum membaca Alquran juga bisa berubah menjadi haram ketika kita membacanya di tempat yang najis, kotor atau tempat yang tidak layak. Seperti di kamar mandi dan tempat pembangunan sampah ( TPA ).

Membaca Alquran termasuk zikir yang agung. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Rumah yang di dalamnya dibacakan Alquran, kebaikannya akan bertambah, penghuninya dilapangkan, para malaikat menghadirinya, dan setan-setan menjauhinya.

 Sedangkan rumah yang tidak dibacakan Alquran akan terasa sempit bagi penghuninya, kebaikannya berkurang, para malaikat menjauhinya, dan setan-setan mendatanginya.

Sesungguhnya rumah yang di dalamnya Alquran dibaca dan dikumandangkan, akan bercahaya bagi penghuni langit sebagaimana bintang bercahaya bagi penduduk bumi.

Orang yang sibuk membaca Alquran akan diberi Allah Ta’ala anugerah melebihi orang yang minta.

Oleh: Ahmad Hamzah, Kelas XI-D MA Madrasatul Quran, Tebuireng

Editor : Anggi Fridianto
Hukum Membaca Alquran Keutamaan Alquran Hukum Baca Alquran Madrasatul Quran Tebuireng membaca Alquran