Senin (17/8) para santri Pesantren Tebuireng mengikuti upacara memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengajak para santri menghayati nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pahlawan.
’’Peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,’’ tuturnya.
Pengorbanan para pahlawan tidak cukup kita maknai hanya melalui upacara seremonial.
’’Kemerdekaan harus kita isi dengan semangat perjuangan dan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat,’’ tuturnya.
Semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui kontribusi nyata, menjaga persatuan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Seperti belajar yang bersungguh-sungguh dan berjuang meraih prestasi bagi para santri.
Jika anak-anak mengikuti pelajaran dan pengajian, maka itu sudah menjalankan amanah dari orang tua.
Tapi jika anak-anak mau gigih menghafalkan materi pelajaran, menghafalkan materi pengajian, maka itulah perjuangan yang akan membuahkan kesuksesan.
Cinta tanah air juga harus diwujudkan dengan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing.
Jika kita bekerja sesuai gaji yang diterima, maka kita menjadi pekerja biasa.
Tapi jika kita bekerja melebihi gaji yang diterima dengan niat mengabdi dan berjuang, maka itulah pahlawan.
Oleh: Aufa Nurul Hidayah, Kelas 8-D SMP AWH Tebuireng.
Editor : Anggi Fridianto