Literasi Sebagai Ruang Tumbuh Siswa
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membaca, memahami, dan mengolah informasi menjadi kebutuhan yang tidak ditawar.
SMPN 1 Kudu terus berupaya menumbuhkan literasi di sekolah sebagai ruang tumbuh siswa.
”Sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sebagai fondasi pembelajaran yang berkualitas serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta meningkatkan pengetahuan,” tutur Kepala SMPN 1 Kudu, Srimudayani Dewi Astutik MPd.
Kegiatan literasi dilaksanakan secara rutin, seperti membaca buku sebelum pembelajaran dimulai, merangkum buku yang telah dibaca, menulis cerita pendek, membuat puisi, meresensi buku, membuat majalah dinding (mading), hingga mempresentasikan hasil bacaan di depan kelas.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, guru dan seluruh warga sekolah.
Dari aktivitas tersebut akan lahir kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif dan meningkatkan prestasi akademik.
Hal ini menjadikan perpustakaan sekolah menjadi jantung dari gerakan literasi tersebut.
Baca Juga: 288 Siswa Baru SMPN 1 Bareng Ikuti MPLS Ramah Anak, Ada Gamifikasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
”Alhamdulillah perpustakaan SMPN 1 Kudu telah meraih akreditasi A tingkat nasional, sebuah pengakuan bahwa pengelolaan perpustakaan telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan,” terang beliau.
Prestasi ini bukanlah tujuan akhir, tetapi akan menjadi motivasi dan memberikan ruang berliterasi bagi siswa.
Selain itu perpustakan sekolah akan terus berkembang dengan menyediakan koleksi buku yang beragam agar semakin menarik minat baca siswa.
Melalui program literasi yang berkelanjutan, akan tercipta generasi yang gemar membaca, cakap menulis, serta siap menghadapi tantangan di era digital.
Ketika budaya literasi tumbuh dengan baik di sekolah, sesungguhnya sekolah sedang menanam benih–benih peradapan.
”Inilah harapan yang terus dibangun di SMPN 1 Kudu, menjadikan literasi sebagai jalan menuju pendidikan yang bermakna dan masa depan yang lebih baik,” pungkas beliau.
Oleh: Dhaksa Setya Indra Pramarta, Kelas IX F SMPN 1 Kudu
Editor : Anggi Fridianto