Senin (11/5), siswa kelas 9 SMP Taman Dewasa menuju Yogyakarta untuk mengikuti pembekalan akhir. Sebagai puncak pembelajaran mata pelajaran ketamansiswaan, yang hanya ada di perguruan Tamansiswa.
’’Ini agenda rutin tahunan bagi siswa kelas 9 menjelang kelulusan. Tujuannya agar pelajaran ketamansiswaan yang di dapat selama tiga tahun menjadi lebih nyata,’’ kata Kepala SMP Taman Dewasa Mojoagung, Nyi Diah Prihastini Esdar.
Majelis luhur Yogyakarta sebagai pusat taman siswa seluruh Indonesia menjadi tujuan utama. Siswa diperkenalkan sekolah-sekolah pertama yang dibangun Tamansiswa yang disebut Ibu Pawiyatan.
Museum Ki Hajar Dewantara turut menjadi tujuan wajib untuk memperdalam pengetahuan siswa mengenai almamaternya. Kegiatan ini disambut baik oleh pengurus majelis luhur sebagai bentuk komitmen bersama menjaga ideologi Tamansiswa. Sesuai dengan tema tahun ini; Jejak Sang Guru, Ki Saur Pandjaitan XIII, panitera umum majelis luhur menjelaskan tentang Ki Hajar Dewantara di Pendopo Tamansiswa yang disambut antusias siswa.
Makam Wijaya Brata menjadi tujuan akhir dalam kegiatan ini. Siswa diajak berziarah ke makam pendiri taman siswa, Ki Hajar Dewantara, sekaligus belajar mengenai kehidupan Ki Hajar Dewantara melalui relief yang diukir di sekeliling makam.
Kegiatan ini memberi pengalaman tersendiri kepada siswa. Karena hanya di Tamansiswa, mereka dapat mengenal lebih jauh mengenai Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.
Oleh: Revano Galang, Kelas IX A SMP Taman Dewasa
Editor : Anggi Fridianto