JOMBANG – Puluhan santri mengikuti Diklat Jurnalistik dan Public Speaking yang diselenggarakan oleh Forum Kepala Unit Pendidikan Darul Ulum (FKUPDU) yang menggandeng Jawa Pos Radar Jombang di Gedung Serba Guna SMA Darul Ulum 2, Selasa (12/5). Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum (MPPDU) Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan, menulis bisa menjadi lahan dakwah.
’’Sebagai santri, kita jangan hanya bisa pada satu bidang. Kuasailah berbagai bidang. Contohnya seperti ilmu jurnalistik. Sampaikanlah kebenaran walau hanya satu ayat,’’ tuturnya mengutip hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Menyampaikan ini ada tiga cara. Pertama dengan lisan. Ini dipelajari melalui public speaking.
Kedua dengan pena atau tulisan. Dakwah dengan pena ini lebih langgeng. Para ulama yang meninggalkan karya tulis sampai sekarang namanya masih hidup meskipun sudah wafat ratusan tahun. Imam Ghazali wafat tahun 1111 masehi. Berarti sudah 915 tahun lalu. Namun kita masih mengenalnya karena banyak tulisannya yang hingga sekarang masih dipelajari di pesantren.
Menulis bermanfaat untuk mengikat ilmu. Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata; Ilmu seperti hewan liar, ikatlah dengan menulisnya.
Ketiga dakwah dengan perbuatan. Orang yang mendapat ilmu dari perkataan kita, tulisan kita atau meneladani perbuatan kita, kemudian diamalkan, maka kita akan mendapatkan pahala jariyah. Setiap orang itu mengamalkan, kita akan mendapat kiriman pahala tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
Oleh: Fadjroel Rachman Putra Prasetyo, Kelas XI SMA Darul Ulum 2 Unggulan BBPT
Editor : Anggi Fridianto