Kamis (7/5) di Madrasah Aliyah Madrasatul Quran Tebuireng, KH Rifa’i Rosyadi menjelaskan pentingnya membiasakan adab sejak usia dini. ’’Jika kita membiasakan adab pada usia dini, maka besok di masa depan (dewasa) ia akan beradab,’’ tuturnya.
Begitu pula sebaliknya. Sejak kecil tidak membiasakan adab, maka saat dewasa akan susah beradab.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaikilah adab mereka.
Nabi juga bersabda; Wahai anak kecil, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.
’’Bil adabi tafhamul ilma, dengan adab kamu akan memahami ilmu,’’ terangnya. Jika kita mempunyai adab, kita akan mudah memahami ilmu.
Di antara adab pelajar yakni menaati dan menghormati guru. Tidak menyelisihi guru dan tidak meremehkan guru. Selalu berusaha mencari rido guru dan menghindari hal-hal yang menyebabkan marahnya. Serta tidak berbicara ketika tidak diminta.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang menyakiti dan meremehkan guru akan dicoba dengan tiga hal. Hilang hafalannya. Lisannya tidak bisa menyampaikan ilmu. Serta fakir sebelum wafat.
Di Alquran Surat Alkahfi dikisahkan Nabi Musa alaihissalam saat berguru kepada Nabi Hidir alaihissalam. Karena Nabi Musa tidak taat saat diminta agar tidak bertanya, maka akhirnya Nabi Musa gagal belajar kepada Nabi Hidir.
Oleh Muhammad Arsyad Ainur Rohman, Kelas 11-J MA Madrasatul Quran Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto