Rabu (6/5) di MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng, Ustad Fuadul Mas’ud selaku Waka Sarpras dan Koordinator Adiwiyata menyampaikan persiapan menuju Adiwiyata Nasional.
’’Pertama menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah sebagai budaya sehari-hari,’’ tuturnya. Di antaranya dengan piket kebersihan halaman setiap pagi. Serta menjaga sistem drainase dengan baik agar tidak terjadi penumpukan sampah dan aliran air lancar.
Kedua, pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan. Di MTs MQ Tebuireng terdapat program sedekah botol plastik setiap hari Minggu. Juga penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Ketiga, menanam dan merawat tanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.
’’Di sini banyak keanekaragaman hayati,’’ ucapnya. Dengan jumlah sekitar 900 siswa, terdapat lebih dari 1.000 tanaman yang dirawat bersama.
Keempat, penggunaan air secara hemat dan pelestarian sumber daya air. Seperti pembuatan lubang biopori dan kolam penampungan air sebagai upaya penghematan air.
Kelima, pelestarian energi. Madrasah melakukan penghematan energi. Seperti penggunaan lampu hemat energi dan pembiasaan penggunaan listrik secara efisien.
Juga ada program partisipatif masyarakat. ’’MTs MQ Tebuireng juga melaksanakan program ramah lingkungan di masyarakat,’’ terangnya. Seperti kegiatan membersihkan sungai dan tempat ibadah di lingkungan sekitar.
Hal ini sesuai dengan prinsip Adiwiyata yang mendorong keterlibatan warga sekolah dalam kegiatan lingkungan secara partisipatif, baik di sekolah maupun di masyarakat.
MTs MQ Tebuireng serius mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Serta siap menuju Adiwiyata tingkat nasional.
Oleh: Achsan Mudzoffar, Kelas 8 Tahfidz 1 MTs MQ Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto