Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Student Journalism: Adab Makan dan Minum  

Rojiful Mamduh • Kamis, 30 April 2026 | 06:59 WIB
Sashi Ayunda
Sashi Ayunda

 

Minggu (26/4) di Pondok Pesantren Tebuireng Putri,   saya mengikuti pengajian kitab Washoya Aba lil Abna yang diasuh Ustadah Fiqih Muthoharoh. Beliau menjelaskan adab makan dan minum.

’’Makan dan minum harus menggunakan tangan kanan. Tidak boleh dengan berdiri,’’ tuturnya.

Dilarang menelan langsung makanan yang masih utuh. Makanan harus dikunyah sampai lembut baru ditelan.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Seburuk-buruknya tempat yang diisi oleh manusia adalah perut mereka sendiri.

Kita dilarang makan barang syubhat, apalagi haram. Syubhat itu tidak jelas halal haramnya.

Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Baqarah 168. Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik.  Nabi bersabda: Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya.

KH Hasyim Asy’ari menyatakan; Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan masuk ke hati yang kotor oleh perkara haram atau syubhat.

Memakan barang syubhat apalagi haram membuat santri atau pelajar sulit memahami dan menghafal pelajaran.  Begitu pun orang tua yang memberi uang syubhat apalagi haram pada anaknya. Imbasnya pada sang anak yang kesulitan memahami dan menghafal pelajaran.

Ustadah Fiqih berpesan agar para santri tidak mencuri atau mengambil hak orang lain. Jika tak memiliki uang, bisa pinjam teman dan langsung dikembalikan. Lebih bagus lagi jika berpuasa agar hidupnya di pondok lebih berkah.

 

Oleh: Sashi Ayunda, Kelas 9-C SMP A Wahid Hasyim Tebuireng

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pondok Pesantren Tebuireng Putri #opini #Jombang