Kamis (16/4) bakda Isya di aula Al-Amin PP Al-Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas digelar seminar kepenulisan. KH M Syifa Malik selaku pengasuh menjelaskan manfaat menulis. ’’Menulis membuat kita terkenal dan kekal,’’ tuturnya.
Membaca membuat kita kenal dunia. Menulis membuat kita dikenal dunia. Para ulama yang meninggalkan karya tulis sampai sekarang namanya masih hidup. Meskipun sudah wafat ratusan tahun. Imam Ghazali wafat tahun 1111 masehi. Berarti sudah 915 tahun lalu. Namun kita masih mengenalnya karena banyak tulisannya yang hingga sekarang dipelajari di pesantren.
Mazhab Syafii diikuti mayoritas muslim karena punya banyak murid yang menulis fatwa-fatwanya.
’’Sejak zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sudah ada tradisi menulis,’’ terangnya. Salah satu yang terkenal sahabat Zaid bin Tsabit yang ditugasi menulis Alquran.
’’Menulis bermanfaat untuk mengikat ilmu,’’ terangnya. Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata; Ilmu seperti hewan liar, ikatlah dengan menulisnya.
’’Dalam bidang manajemen, menulis itu sangat penting,’’ ungkapnya. Sampai ada kredo; Tulis apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu tulis.
Di Surat Albaqarah 282 ada perintah menulis. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, maka tulislah.
Dalam pendidikan ada teori; Saya dengar, saya lupa. Saya melihat, saya tahu. Saya lakukan, baru saya bisa.
Ilmu yang disampaikan kiai akan semakin melekat, jika saat ngaji kita maknani kitab. Kemudian usai ngaji kita tulis ringkasannya.
Oleh M Darwisy Al Farisi, Santri PP Al-Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas
Editor : Anggi Fridianto