Rabu (29/10) di MTs Perguruan Mu’allimat Cukir, Ustad Ahmad Fathurrobbani, selaku guru Fikih Kitab menjelaskan pentingnya belajar bersikap dewasa. ’’Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan,’’ tuturnya.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Annisa 9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya.
Ayat ini mengajarkan agar kita mempersiapkan masa depan dengan baik, termasuk menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab. Pelajar yang dewasa akan belajar sungguh-sungguh untuk bekal masa depannya.
Ada orang yang umurnya sudah dewasa tapi masih bertingkah layaknya anak-anak yang masih suka bermain. Sebaliknya, ada anak muda yang sikapnya dewasa.
Menjadi tua itu sudah pasti, seiring bertambahnya umur, munculnya rambut putih, kerutan di wajah, serta otot yang melemah.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.
Rasulullah bersabda: Manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu.
Orang yang tidak mempersiapkan masa depan akan kesusahan. Semakin dewasa, maka kita harus bijak mengelola semua hal di setiap keadaan.
Kedewasaan sejati tampak dari kemampuan mengendalikan diri, menjaga adab, dan bertanggung jawab atas setiap perbuatan. Peduli dengan dirimu dulu sebelum kamu memperdulikan orang lain. Cintai dirimu lebih dari orang lain.
Oleh: Wachidina Cita Almisbachy, Kelas 8 MIPA-2 MTs Perguruan Mu’allimat Cukir
Editor : Anggi Fridianto