Minggu (19/4) saat halalbihalal dan temu alumni internasional di GOR PP Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, KH Abdul Hadi Yusuf Alhafiz (Gus Didik), menjelaskan kunci kebesaran MQ. ’’Pertama, MQ ini besar karena barokahnya Pesantren Tebuireng. Karena doa para masayikh Tebuireng khususnya KH Hasyim Asy’ari,’’ tuturnya.
Gus Didik lalu menyampaikan dawuh ayahnya, KH Yusuf Masyhar Alhafiz. ’’Bapak pernah dawuh; MQ itu seumpama tidak ada di Tebuireng, tidak akan bisa besar,’’ ungkapnya.
Kedua, MQ bisa besar karena alumninya. ’’Alumni itu brosur berjalan. Kalau alumni baik, maka nama MQ akan baik,’’ urainya.
Ada wali santri yang mulanya tidak kenal MQ. Dia lalu tanya kepada guru anaknya sebaiknya mondok ke mana. Karena gurunya alumni MQ, akhirnya di arahkan mondok di MQ.
Gus Didik berpesan agar para alumni tetap menyempatkan mengajarkan Alquran yang didapat dari MQ. Meski di tengah kesibukan berkiprah dalam bidang apapun. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Alquran,’’ jelasnya.
Minimal diajarkan pada keluarga dan lingkungan terdekatnya. Dengan mengajarkan Alquran maka kelak akan bisa masuk surga dalam rombongan ahli Quran.
Madrasatul Quran Tebuireng tahun ini sudah berusia 54 tahun menurut tahun Masehi. Serta 56 tahun menurut kalender Hijriyah.
Oleh; Ahmad Daffa Izzuddin Al Maulidi, Kelas XI-G IPS 1, MA Madrasatul Quran Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto