Selasa (7/4) bakda salat Magrib di Masjid UIiI Albab, Pondok Putri Pesantren Tebuireng, para santri mengikuti ngaji bandongan kitab Nasoihul ‘Ibad. KH Fahmi Amrullah Hadziq selaku pengasuh menyampaikan perkataan Yahya bin Muadz Arrazi tentang bahaya banyak makan. ’’Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya,’’ tuturnya.
Ini mengajarkan bahwa kita tidak dianjurkan berlebihan dalam makan karena dapat membuat tubuh berat dan malas beribadah.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-A’raf 31; Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Namun, ada pula yang makan lebih banyak karena banyak berzikir. Hal ini bukan untuk membenarkan berlebihan, melainkan karena zikir yang sungguh-sungguh dapat menguras tenaga sehingga tubuh membutuhkan energi agar tetap kuat beribadah.
Dengan demikian, terdapat perbedaan antara makan karena nafsu yang melemahkan dan makan karena kebutuhan yang menguatkan ibadah. Zikir yang khusyuk tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga melatih kesabaran dan keikhlasan.
Santri perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani agar tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan selalu ingat kepada Allah Ta’ala.
KH Hasyim Asy'ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menasihati agar penuntut ilmu tidak berlebihan makan dan tidur. Karena hal tersebut dapat melemahkan semangat ibadah dan belajar. Serta bisa mengeraskan hati.
Oleh: Nadia Izzatul Nafiah, Kelas X-E MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto