Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Puasa Sunah Menyempurnakan

Rojiful Mamduh • Jumat, 13 Maret 2026 | 04:33 WIB

Photo
Photo

Oleh Fauzi Mahfuza Al Azam (Santri PP Al Madienah Denanyar Jombang)

 

Kala ngaji qobla sahur di Pondok Pesantren Al-Madienah, Denanyar, Jombang, Senin (2/3/2026), KH Muhammad Najib Muhammad, selaku pengasuh, menyampaikan keutamaan puasa sunah. ’’Puasa sunah itu menyempurnakan puasa wajib,’’ tuturnya.

Salah satunya puasa sunah Syawal enam hari yang menyempurnakan puasa Ramadan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang puasa Ramadan ditambah enam hari di bulan Syawal maka dia seperti puasa setahun penuh.

 

Sufyan ats-Tsauri bermukim di Makkah selama tiga tahun. Suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan tawaf, salat dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu.

Mereka lalu berteman. Sufyan berulang kali mendatangi rumahnya. Hingga suatu hari pria ahli ibadah itu jatuh sakit dan seperti hendak menemui ajal. Ia pun berwasiat kepada Sufyan ats-Tsauri: Apabila aku mati, mandikanlah aku dengan tanganmu sendiri, salatkan, lalu kuburkan. Dan jangan kau tinggalkan aku sendirian di kuburan malam itu. Bacakan talqîn (tuntunlah) aku tentang tauhid dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

Sufyan mengiyakan semua pesan yang disampaikan sahabatnya. Ketika pria ahli ibadah itu wafat, Sufyan melaksanakan wasiat satu per satu. Termasuk rela bermalam di sebelah kuburan sang sahabat. Dalam kesunyian itulah, ia memperoleh pengalaman spiritual yang tak disangka-sangka.

Antara tidur dan terjaga, Sufyan tiba-tiba mendengar suara asing dari atas: ’’Wahai Sufyan, pria ini tak membutuhkan penjagaanmu, talqînmu, juga hiburanmu. Kamilah yang akan menghibur dan menuntunnya.’’

Sebab apa? ’’Sebab puasa Ramadan yang disambung puasa enam hari pada bulan Syawal,’’ ucap suara itu. Sufyan bangun, membuka mata dan tak ia dapati siapa pun di sekelilingnya. Ia berwudu lalu shalat. Saat tidur kembali, suara itu hadir lagi. Begitu seterusnya sampai berulang tiga kali.

 Sufyan pun mantap bahwa yang ia alami berasal dari Allah, bukan dari setan. Ia lantas meninggalkan kuburan pria ahli ibadah tersebut dengan tenang dan berdoa: Allahumma waffiqni li siyâmi zalik bi mannika wa karamika, amin (Ya Allah, berikanlah aku taufik untuk menjalankan puasa itu atas anugerah dan kemuliaan-Mu, amin).

 

Abah Najib juga menerangkan bahwa puasa sunah itu menjadi muakkad  dibeberapa hari yang utama. Sebagian bersifat tahunan, ada yang bersifat bulanan, dan ada yang mingguan.

Termasuk yang tahunan puasa hari Arafah, hari Asyura (10 Muharram), serta 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan 10 hari pertama bulan Muharram.

Rasulullah bersabda; Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan-bulan haram (mulia); Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Orang yang puasa tiga hari di bulan haram; Kamis, Jumat dan Sabtu maka Allah mencatat seperti ibadah 900 tahun.

Nabi juga bersabda; Puasa satu hari di bulan-bulan haram lebih utama daripada 30 hari di bulan lainnya. Puasa satu hari di bulan Ramadan lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan-bulan haram.

Tidak puasa satu hari di bulan Ramadan secara fadilah tidak akan tergantikan meskipun diganti dengan puasa satu tahun. Meskipun secara fikih tidak puasa satu hari Ramadan cukup diganti dengan satu hari di bulan lain.

Puasa yang bisa dilakukan setiap bulan yakni puasa yaumul bidh, tanggal 13, 14, dan 15.

Puasa sunah mingguan Senin dan Kamis. Disunahkan berpuasa pada hari itu karena pahalanya dilipatgandakan disebabkan keberkahan waktunya.

Puasa sunah harian yakni puasa Daud, sehari puasa dan sehari berbuka. Nabi bersabda; Sebaik-baik puasa yakni puasa Daud, sehari puasa dan sehari berbuka.

Puasa ini sangat baik karena terkumpulnya dua sifat kebaikan, yaitu sabar dan syukur. ’’Maksudnya, ketika berpuasa kita bersabar, dan ketika tidak berpuasa kita bersyukur,’’ tuturnya.

Editor : Anggi Fridianto
#opini #Jombang #siswa Jombang