Oleh: Dr Yusuf Suharto SAg MPdI (Mudir Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang)
PADA dasarnya melaksanakan salat Tarawih di sepertiga akhir malam adalah lebih utama. Namun, prakteknya, Qiyam Ramadan ini banyak dilakukan oleh para sahabat di awal malam.
Bukankah setelah salat Isya, salat ba'diyah Isya’ kemudian disusul dengan salat Tarawih di musholla, langar, surau atau masjid lebih membuat semangat dan praktis tanpa harus tidur dahulu?
Tanpa melaksanakan Tahajud, sebenarnya ketika manusia sudah melaksanakan Tarawih di awal malam, itu sudah disebut salat malam, atau Qiyam Ramadan. Qiyam Al-Lail yang dilaksanakan pada bulan Ramadan, memang lazimnya disebut sebagai Qiyam Ramadan.
Landasan giat Qiyam Ramadan antara lain hadits riwayat sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Barangsiapa yang melaksanakan Qiyam Ramadan karena iman dan mencari Ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37; 2008; 2009 dan Muslim no. 759, juga Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasa’iy, Sunan Ibn Majah, Sunan At-Tirmidzy).
Namun, biar tambah mantab walaupun terasa lumayan berat, dalam praktek sebagian masyarakat, pada paruh ketiga Ramadan, terutama malam ganjil, yaitu malam 20 hingga akhir Ramadan, ada tradisi melekan (membuka mata untuk salat malam) dengan melaksanakan Salat Tahajud di Mushola atau Masjid, (baik berjamaah atau tidak) setelah bangun tidur, setelah sebelumnya sudah melaksanakan Salat Isya dan Tarawih.
Sebenarnya, apakah boleh melaksanakan salat tahajud setelah sebelumnya dilaksanakan salat Tarawih setelah Isya? Jawabannya adalah boleh.
Bahkan, sebenarnya salat tahajud di bulan Ramadan itu adalah salat Qiyam Ramadan itu sendiri, atau biasa diistilahkan sebagai salat Tarawih. Disebut Tarawih karena memang tradisinya ada jeda atau istirahat, setelah setiap empat rakaat.
Bedanya, Qiyam Ramadan adalah khusus di bulan Ramadan dan tidak harus setelah tidur paska Isya, sementara Tahajud, bisa dilaksanakan pada bulan Ramadan dan di luar Ramadan, dengan karakter dilaksanakan setelah Isya dan setelah bangun dari tidur walaupun sebentar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa Tarawih, Tahajud, dan salat malam, jika dilakukan pada malam bulan Ramadan disebut Qiyam Ramadan (menghidupkan malam dengan ibadah salat sunnah di bulan Ramadan). Bila dilaksanakan di luar Ramadan, biasa disebut Qiyamul Lail (menghidupkan malam dengan ibadah sunnah). (*)
Editor : Anggi Fridianto