Selasa (27/1) di kelas XI-J MA Madrasatul Qur’an Tebuireng, H Ahmad Rif’ai Rosyadi selaku guru Ushul Fiqih menerangkan pentingnya mencari rida orang tua. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua,’’ tuturnya.
Jika orang tua rida kepada kita, maka Allah Ta’la pun rida kepada kita. Sebaliknya, jika orang tua murka, maka Allah juga murka. Oleh karena itu, mencari rida orang tua merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh seorang anak.
Rida orang tua dapat diperoleh dengan cara patuh dan berperilaku baik kepada mereka. Seperti belajar dengan sungguh-sungguh. Berbicara dengan lemah lembut. Selalu mendoakan mereka. Tidak membantah perintahnya. Serta berusaha membahagiakan hati mereka dalam hal-hal yang diridai Allah Ta’ala.
Di QS Al-Isra’ ayat 23 disebutkan, mengucapkan kata ‘ah’ (uf) saja kepada orang tua dilarang. Apalagi membentak, menyakiti perasaan, atau durhaka kepada orang tua. Islam mengajarkan agar seorang anak selalu menjaga tutur kata, sikap, dan perbuatannya terhadap orang tua dengan penuh hormat dan kasih sayang.
Berbakti kepada orang tua merupakan jalan menuju rida Allah Ta’ala. Allah juga memerintah kita bersyukur kepada orang tua di QS Luqman 14.
Oleh Fijri Andika Faza Jaya, Kelas XI-J MA Madrasatul Qur’an Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto