Senin (02/02), para santri Pondok Pesantren Al Mahfudz Seblak melaksanakan amalan Nisfu Syakban. Dipimpin oleh Ustad Asror selaku Kepala Madrasah Diniyah (Madin). ’’Malam Nisfu Syakban ini merupakan saat terkabulnya doa. Makanya kita banyak berdoa,’’ tuturnya.
Diawali salat taubat, salat awwabin, dan salat hajat, masing-masing dua rakaat. Salat taubat bertujuan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu.
Dilanjutkan membaca Surat Yasin tiga kali. Pertama diniatkan agar diberi umur panjang yang penuh keberkahan serta istiqamah dalam kebaikan.
Kedua diniatkan agar dijauhkan dari bala’ dan diberi keluasan rezeki yang halal serta berkah. Baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
Ketiga diniatkan agar dijauhkan dari sifat hasad, riya’, dengki, takabur, dan ujub. Serta memohon keteguhan iman dan husnul khatimah.
Kemudian membaca dua kalimat syahadat dua kali. Disertai salawat, zikir, dan wirid. Ini bertujuan untuk memperbarui iman dan meneguhkan keyakinan kepada Allah Ta‘ala.
Kemudian menulis ayat ke-54 Surat Shad pada selembar kertas dan menyimpannya di tempat penyimpanan harta seperti dompet atau celengan.
Para santri juga dianjurkan melaksanakan puasa Syakban keesokan harinya. Ini meneladani Rasulullah yang memperbanyak puasa di bulan Syakban.
Para santri diharapkan meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan hati untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan jiwa yang bersih dan penuh ketakwaan.
Oleh Zainaba Aliya Himana, Kelas XI-E MA Salafiyah Syafi‘iyah Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto