Selasa (20/1) telah masuk 1 Syakban 1447 H. Saya teringat khotbah yang disampaikan Ustad Abdul Khalim di Masjid Miftahul Jannah Desa keplaksari Kecamatan Peterongan tentang keutamaan bulan Syakban.
’’Rajab bulan menanam, Syakban ini bulan menyirami. Agar di Ramadan nanti kita bisa panen,’’ tuturnya.
Syakban merupakan bulan persiapan menyongsong Ramadan. Makanya kita harus melakukan persiapan rohani. Di antaranya dengan banyak puasa, baca Alquran, salat malam dan sedekah. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Syakban. Karena pada bulan ini amal tahunan dilaporkan kepada Allah Ta’ala. Dan Nabi senang amal dilaporkan dalam kondisi puasa.
Pada bulan ini juga ada malam yang istimewa, nisfu syakban. Rasulullah bersabda; Pada malam nisfu Syakban, Allah Ta'ala turun ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa hamba yang memohon ampun.
Kecuali orang yang bermusuhan atau memiliki dendam. Pada malam nisfu Syakban Allah memandang hamba dan mengampuni semua dosa kecuali dua orang. Yaitu orang musyrik dan orang yang bermusuhan.
Syakban mengingatkan kita tentang pentingnya intropeksi dan pembersihan hati. Juga pentingnya memperbaiki hubungan dengan sesama.
Syakban merupakan memontum refleksi diri. Makanya harus kita memanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyambut datangnya Ramadan. Karena persiapan yang matang akan membuat hasil menjadi maksimal.
Oleh Ahmad Febrian Putra Afrianto, Kelas XI-J MA Madrasatul Qur'an Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto