Minggu (21/12) saya mengikuti wisuda hafid di PP Madrasatul Quran Tebuireng Jombang.
Wisuda diikuti tujuh wisuwadan qiroah sab’ah, 209 wisudawan hafid 30 juz dan 506 wisudawan binnador. KH Abdul Hadi Yusuf Alhafid selaku pengasuh berpesan agar kita senantiasa menjaga ayat yang telah dihafal.
’’Menghafal Alquran bukanlah perjalanan yang mudah, karena itu setelah hafal harus benar-benar dijaga,’’ tuturnya.
Menghafal Alquran merupakan perjuangan panjang yang menuntut kesabaran, keikhlasan dan keteguhan hati. Banyak orang memulai dengan semangat yang membara. Namun di tengah jalan diuji dengan rasa lelah, jenuh dan godaan untuk menyerah.
Ayat-ayat yang kemarin terasa lancar, hari ini seolah menghilang dari ingatan. Perjuangan menghafal Quran bukan hanya melawan keterbatasan daya ingat. Tapi juga melawan diri sendiri, rasa malas dan kesibukan dunia.
Setiap ayat yang berhasil dihafal adalah buah dari doa, air mata dan pengorbanan waktu.
Menghafal Alquran perlu dilandasi dengan keilmuan agar tidak terjadi kesalahan bacaan atau makna. Karena menghafal Quran bukan hanya tentang menjaga ayat yang telah dihafal. Tapi bagaimana agar kita bisa mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Saya wisuda binnadhor kelas 8 MTs. Serta wisuda hafid kelas 11 Aliyah. Usaha saya, tiap hari nambah hafalan dua halaman dan setor murajaah setengah juz. Serta nderes sendiri dua juz.
Oleh Ahmad Zaimal Hadi, kelas XI-K MA Madrasatul Quran Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto