SELASA (05/01) di PP Al-Madienah Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad Al Imam, selaku pengasuh menyampaikan kiat agar kerasan di pondok. ’’Ojo nglakoni opo seng mbok senengi, tapi senengono opo seng mbok lakoni,’’ tuturnya.
Menuntut ilmu di pondok pesantren merupakan pilihan pendidikan yang menuntut kesiapan mental dan spiritual. Menjauh dari rumah meninggalkan kenyamanan keluarga untuk memasuki ruang pembelajaran yang menekankan kedisiplinan, kesederhanaan, dan pembentukan karakter.
Kehidupan pesantren dimulai sejak dini hari. Azan Subuh menjadi penanda waktu sekaligus pengingat tujuan utama pendidikan pesantren, mendekatkan diri kepada Tuhan. Aktivitas ibadah yang teratur membentuk ritme hidup santri. Sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab dan ketaatan.
Rindu terhadap rumah dan keluarga merupakan pengalaman emosional yang hampir selalu dirasakan santri. Namun pesantren mengajarkan cara mengelola rindu secara konstruktif. Kerinduan tidak dibiarkan menjadi keluhan, melainkan diarahkan menjadi doa. Dalam konteks ini, rindu berperan sebagai sarana penguatan spiritual dan pengendalian diri.
Kesederhanaan menjadi ciri khas kehidupan pesantren. Fasilitas yang terbatas, kebersamaan dalam asrama, serta pembagian tugas harian merupakan bagian dari proses pendidikan. Melalui kondisi tersebut, santri belajar nilai kecukupan, kebersamaan, dan empati. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pengajaran formal, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari.
Pesantren juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan akhlak. Pembelajaran kitab, praktik ibadah, serta pembiasaan adab membentuk kepribadian santri secara menyeluruh. Pesantren tidak hanya mencetak individu berilmu, tetapi juga berkarakter.
Kehidupan di pesantren mengajarkan, menjauh dari rumah bukanlah bentuk kehilangan. Melainkan jalan untuk memperkuat kedekatan kepada Tuhan. Jarak, rindu, dan kesederhanaan menjadi bagian dari proses pembentukan spiritual yang berkelanjutan. Yang kelak menjadi bekal santri dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh Aly Al Hazmi, Santri PP Al Madienah Denanyar
Editor : Anggi Fridianto