Rabu (12/11) di SDI Tebuireng Ir Seodigno Kesamben, Ustadah Iis menjelaskan tentang akhlak tercela, seperti pemarah.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jangan sekali-kali engkau marah-marah, sungguh marah-marah itu pengaruh setan, dan setan itu paling mampu mengalahkan dirimu pada keadaan marah,’’ tuturnya.
Marah adalah emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan rasa tidak terima di dalam hati. Ketika sedang marah, kita bisa menarik napas dan menghembuskannya.
Kemudian mengambil air wudlu. Karena marah dari setan dan setan diciptakan dari api. Maka perlu dipadamkan dengan air wudu.
Tanda-tanda orang pemarah adalah wajah yang cemberut (muram) dan dahi yang berkerut. Orang yang suka marah akan dijauhi orang lain, dan marah bisa meretakkan hubungan persaudaraan.
Orang yang bertakwa tidak mudah marah. Seperti disebutkan di QS Ali Imran 134. Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan diri ketika marah.
Oleh Alisa Zafira Nur Efendi, Kelas VI Laksamana Barbarosa SDI Tebuireng Ir Seodigno Kesamben
Editor : Anggi Fridianto