Selasa (25/11) di lapangan Desa Denanyar, para siswa dan siswi MAN 4 Jombang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional.
Ini salah satu momentum yang menjadi pengingat betapa besar jasa para guru dalam mencerdaskan anak bangsa.
Begitu banyak tenaga, waktu, serta pikiran yang mereka dedikasikan untuk siswa dan siswinya. Masa depan anak bangsa tergantung bagaimana mereka mau berusaha dan memotivasi dirinya sendiri.
’’Seng penting wes nate, bukan wes suwe,’’ kata Abah KH Muhammad Najib Muhammad, selaku pengasuh PP Al-Madienah Denanyar.
Maksudnya, ketika kita punya tujuan dan cita-cita yang diimpikan, kita harus fokus dalam menggapainya.
Meskipun ada banyak tantangan, tetaplah ingat pada tujuan utama. Contohnya ketika kita mau belajar, namun masih nyaman bermain-main dengan teman atau gawai (HP). Kita harus ingat bahwa yang penting kita sudah menjalani hal yang kita sukai. Maka kita harus menyadarinya, bukan menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang sia-sia.
Ini memotivasi santri untuk mengatur waktu. Serta menjadikannya sebagai pengingat diri untuk selalu berusaha mengejar cita-cita dengan memanfaatkan waktu di usia pelajar semaksimal mungkin.
Dengan didikan para guru yang tekun dan motivasi yang kuat dari pengasuh, harapannya santri bisa menjadi anak bangsa yang unggul. Dapat berkontribusi bagi agama, bangsa dan negara. Menjadi anak bangsa hebat. Serta mampu menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang, khususnya pada Indonesia Emas 2045.
Oleh Arinalhaq Annajah, Santri PP Al-Madienah Denanyar
Editor : Anggi Fridianto