Rabu (1/10) di kelas 8-D MTsN 15 Jombang, Bu khum selaku Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menjelaskan pentingnya membaca.
’’Membaca itu membantu menambah wawasan kita. Membaca juga merangsang otak untuk berpikir kritis, analitis, dan kreatif,’’ tuturnya.
Membaca adalah investasi berharga untuk masa depan. Buku itu jendela dunia. Melalui buku kita bisa mengetahui tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi.
Saat membaca buku kita bisa masuk ke dalam pikiran dan perasaan orang lain. Dengan membaca, seseorang dapat memahami perspektif dan ide yang berbeda, yang memperluas wawasan tentang dunia. Semakin banyak anda membaca, semakin banyak pertanyaan yang muncul, dan itulah awal dari pemikiran kritis.
Wahyu pertama yang diperintahkan Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam adalah membaca. Yakni dalam QS Al Alaq ayat pertama, iqra. Kata iqra’ sendiri berarti ’’bacalah’’, tetapi maknanya lebih luas dari sekadar membaca.
Iqra di ayat pertama kemudian qalam atau pena di ayat keempat. Novelis Aguk Irawan memberi resep; Baca, baca, baca dan tulis. Membaca tiga kali, menulis satu kali. Membaca tiga buku, menulis satu buku. Dengan membaca kita kenal dunia. Dengan menulis kita dikenal dunia.
Oleh M Fatih Romadlan, Kelas 8-D MTsN 15 di Keras, Diwek
Editor : Anggi Fridianto