Sabtu (11/10) di musala MTs Perguruan Muallimat, Ustadah Ummu Habibah selaku guru tahfiz menyampaikan pentingnya bersyukur. ’’Kita harus bersyukur masih diberi kesempatan hidup oleh Allah Ta’ala untuk memperbaiki kesalahan kita,’’ ungkapnya.
Bersyukur bisa dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Kita harus selalu bersyukur selama kita masih hidup.
Semua orang mati ingin hidup lagi. Sebagaimana disebutkan dalam QS Almukminun 99. Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ’’Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia untuk beramal saleh.’’
KH Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat ilmu, waktu, dan kesehatan. Nikmat Allah itu tidak terhitung. Maka jagalah nikmat itu dengan syukur, sebab syukur adalah sebab datangnya keberkahan.
Ada tiga cara bersyukur. Syukur dengan hati, menyadari semua nikmat berasal dari Allah. Syukur dengan lisan, memperbanyak hamdalah dan tidak mengeluh. Syukur dengan perbuatan, menggunakan nikmat untuk kebaikan, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Oleh Ika Rahmania Putri, Kelas 8 PQ-2 MTS Perguruan Mu’allimat Cukir
Editor : Anggi Fridianto