Kamis (16/10) di Masjid Agung Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, Ustad Aziz Muslim Alhafiz, selaku Waka kurikulum MTs MQ menyampaikan pentingnya gigih mencari ilmu. ’’Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menuai hasil,’’ tuturnya.
Beliau juga menjelaskan enam syarat mencari ilmu di kitab Ta’limul Muta’alim. Pertama cerdas. Bukan berarti harus memiliki IQ yang tinggi, tetapi memiliki kemampuan untuk memahami dan menyerap pelajaran dengan baik.
Kedua semangat. Memiliki keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh dalam belajar tanpa kenal lelah.
Ketiga sabar. Mampu menahan segala kesulitan dan cobaan dalam menuntut ilmu, baik secara mental, fisik maupun materi.
Keempat, adanya biaya atau bekal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari agar bisa fokus belajar.
Kelima petunjuk guru. Menuntut ilmu harus ada bimbingan dari seorang guru yang ahli. Tidak bisa belajar sendiri secara serampangan. Keenam waktu yang lama. Proses menuntut ilmu membutuhkan waktu yang lama dan harus dilalui secara bertahap.
Santri juga harus menghormati guru. KH Hasyim Asy'ari menyatakan: Menuntut ilmu harus dilakukan dengan penuh rasa hormat kepada guru. Guru adalah penerus Rasulullah dalam menyampaikan ilmu, maka menghormati mereka adalah bagian dari adab menuntut ilmu.
Oleh M Achsan Mudzoffar, Kelas 7 Tahfidz-1 MTS MQ Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto